Menyambangi Keindahan bukit di Pulau Sumba


Jika berbicara tentang bukit dan savana, pasti yang terlintas di kepala adalah luar negeri seperti New Zealand, Iceland, Swiss atau negara yang cantik lainnya. Namun ini ada di Indonesia yaitu pulau Sumba. Ya pulau yang identik dengan savana serta perbukitannya akan membuat siapa saja untuk segera datang melihatnya. Kali ini aku mencoba untuk membahas tentang savana dan perbukitan yang ada dipulau Sumba.


Savana Purukambera



Purukambera lebih dikenal oleh wisatawan sebagai nama dari salah satu pantai yaitu Pantai Purukambera. Terletak sekitar 25km dari kota Waingapu, Sumba Timur, di daerah inilah terdapat sebuah padang savana dengan vegatsi khas Sumba, serta di penuhi kuda yang membuat semakin indah untuk dikunjungi.

Savana purukambera seringkali dijadikan destinasi untuk melihat matahari terbit maupun melepas senja. Selain itu sering juga dijadikan tempat melihat gerombolan kuda sedang berkeliaran diantara savana yang begitu luas. Apalagi pada saat musim kemarau, kuda – kuda pun akan sering terlihat yang sedang mencari makanan yang lebih segar.


Namun tak semudah itu untuk melihat kuda di padang savana Purukambera. Karena kuda sangat peka terhadap kehadiran manusia. Jadi jika ingin melihat kuda dari jarak dekat, usahakan harus pelan – pelan agar mereka tidak merasa terganggu dan bergerak menjauh menghindari kedatangan orang.

Selain itu, keindahan padang savana Purukambera bisa dinikmati dalam 2 musim. Kalian bisa melihat hamparan  hijau pada saat musim penghujan dan savana berwarna kuning keemasan pada saat musim kemarau. Tapi para wisatawan sangat menyukai keindahan landskap padang savana Purukambera yang berwana kuning keemasan pada saat musim kemarau.

Hal itu membuat Purukambera menyerupai daerah yang berada di Afrika. Di tambah lagi mempunyai latar belakang biru langit serta pantai berpasir putih dengan gradasi air laut menambah keindahan dan mampu membuat siapapun terpesona.


Bukit Wairinding


Bukit Wairinding terletak di desa Pambota, Jara, Kecamatan Pandawai dengan jarak tempuh sekitar 30 menit dari kota Waingapu, Sumba Timur. Perjalanan melintasi bukit yang berkelak – kelok dan akan mendapati sebuah warung biru terletak di kanan jalan yang menjadi penanda sebagai lokasi bukit Wairinding. Perjalanan pun akan terbayarkan dengan pemandangan yang begitu indah setelah sampai dan melihatnya secara langsung.



Bukit ini adalah bukit yang sangat terkenal bagi wisatawan. Siapapun akan terkesima dengan keindahan bukit Wairinding. Seperti enggan untuk beranjak dan ingin berlama – lama melihat vegetasi savana yang menghiasi di setiap lekukan bukitnya.

Lanskap bukit Wairinding benar – benar sangat indah apabila dinikmati saat matahari terbenam. Apalagi keindahan tersebut bisa dinikmati dalam 2 musim, hamparan padang savana akan seketika berwana hijau dan segar ketika di musim penghujan, dan akan berwana kuning pada saat musim kemarau. Tentunya jika bisa mengunjungi di kedua musim akan mendapatkan pengalaman dan keindahan yang berbeda.



Jika kalian berkunjung pada bulan Desember hingga April saat musim penghujan. Kalian akan mendapati bukit sedang berwarna hijau layaknya perbukitan di luar negeri seperti di New Zealand. Sedangkan pada bulan Juni hingga September kalian akan mendapati bukit sedang berwarna kuning keemasan layaknya padang savana yang berada di Afrika. Tentunya bukit Wairinding adalah tempat yang tempat untuk menikmati kesunyian dan kehinangan alam yang masih sangat alami.


Selain Keindahan perbukitannya, akan terasa lengkap jika anak – anak setempat di sekitar bukit Wairinding yang gemar bermain di seputaran bukit. Mereka pun akan senantiasa menemani para pengunjung yang datang ke bukit dengan sangat antusias. Tanpa ada sedikitpun ingin meminta imbalan, mereka sangat senang apabila para wisatawan ingin bermain bersama mereka. Tentunya pengalaman dan keseruan bermain bersama anak – anak di bukit wairinding akan memberikan kenangan yang tak terlupakan.

Di bukit Wairinding tak ada pungutan yang resmi ataupun tertulis kecuali parkir kendaraan. Namun setiap wisatawan yang datang berkunjung, di persilahkan untuk mengisi buku tamu dan memberi uang seikhlasnya kepada masyarakat dan bisa dimaanfaatkan sebagai penghasilan tambahan kepada masyarakat.



Bukit Tanarara





Landscape bukit Tanarara sangat luas dan unik. Perbukitan tanarara tersusun dari Bukit – bukit karang yang gersang. Bukit ini hanya di lapisi oleh hamparan rumput. Di saat kemarau rumput ini akan berwarna coklat ke emasan. Sedangkan pada saat musim penghujan akan berubah warna menjadi hijau. Sekilas menyerupai bukit teletubbies.


Punggung tiap bukit relatif datar dan sambung menyambung antara satu sama lain. Terlihat jelas ada banyak garis horizontal tersusun rapi membuat bukit Tanarara memeliki keunikannya. Sedangkan untuk akses jalannya berada di punggung bukit, bukan di lembah. Dari atas punggung bukit inilah kita dapat melihat pemandangan bukit tanarara yang luar biasa dan sangat jarang bisa di temukan di tempat lain.


Jika kalian ingin berkunjung menuju ke daerah bukit Tanarara, kalian dapat melakukan perjalanan menuju selatan mengikuti jalan utama. Sekitar 20 menit menuju selatan, kemudian mendapati simpang yang di depannya terdapat penjual ikan. Lalu perjalanan sekitar 1 jam lebih mengikuti jalur dan masuk melintasi daerah pemukian warga dan padang savana yang di penuhi hewan ternak seperti kuda, sapi, kambing.

Tak beberapa lama, pemandangan yang begitu indah bisa kalian nikmati. Waktu berkunjung yang paling ideal adalah pada saat matahari terbit ataupun saat matahari terbenam. Jika pergi saat siang hari akan terasa panas yang cukup menyengat kulit kalian.