Set Primary menu by going to Appearance > Menus

Perjalanan Nyata Uang Rp.1000

1459439535261
Perjalanan menuju ternate waktu itu adalah pengalaman yang sangat luar biasa.karena,butuh waktu kurang lebih 5 hari dari jayapura menuju Ternate.saya bersama bang hardi melakukan perjalanan laut melintasi beberapa tempat di pesisir papua barat dan beberapa kepualaun maluku.di perjalanan kali ini kami mendapatkan fasilitas yang cukup memanjakan badan.kelas bisnis merupakan bonus bagi saya dan bang hardi.sebenarnya kala itu dimana saya harus melanjutkan perjalanan kembali dan meninggalkan banyak sekali tempat atau cerita yang belum saya dapat di papua.karena kondisi dan keadaan yang tidak bisa ditunda lagi,maka saya sedikit mencoba untuk mengiklaskan itu semua.sore pun telah menyambut dengan kesedihan,perjalanan dimulai sore hari dikala saya dan bang hardi mulai meninggalkan penginapan lalu bergerak menuju pelabuhan untuk membeli tiket tujuan ternate.kami berjalan pelan menyisir trotoar jalan kurang lebih 15 menit menuju pelabuhan.setelah sampai di pelabuhan bang Hardi membeli tiket yang sedikit berbeda,yaitu tiket kelas bisnis alias kami dapat tidur sedikit enak di cabin yang berisi 6 orang.harga waktu itu kurang lebih Rp 250.000 perorang.saya sedikit bingung antara senang atau sedih,antara bisa tidur puas tanpa terganggu dari hal hal yang biasa terjadi di kapal.dilain sisi saya sedih biaya semakin menipis karena kita membeli tiket kelas bisnis.tapi apa daya,saya adalah orang yang beruntung bisa jalan gratis dan hanya bisa mengikuti apa yang di inginkan bang hardi.setelah membeli tiket kami pun masuk di ruang tunggu dan duduk sambil mencari perbekalan secukupnya selama di kapal seperti air mineral,snack,rokok,kopi dan beberapa obat.setelah merasa barang yang kami sudah terbeli,kami kembali ke ruang tunggu.tak perlu berlama lama menunggu,di luar sana suara kapal pun terdengar menggema hingga ke dalam ruang tunggu.suara bel seakan memanggil kami untuk segera menaiki kapal dan beranjak pergi meninggalkan Jayapura.kami mulai mengayunkan langkah demi langkah kesedihan.lelah,itu pasti menghinggapi dan mencoba mengantar kami masuk ke dalam deck kapal untuk melepas kepergian kami.dari kejauhan terlihat antrian lumayan panjang seperti arus mudik tak terhindarkan.karena waktu itu bertepatan dengan para anak mahasiswa atau orang orang yang merantau pergi pulang kampung seperti ke nabire,wasior,manukwari atau sorong.tak butuh waktu lama kami sudah masuk ke kapal dan mencari cabin yang tertera di tiket kami.kapal segera meninggalkan dermaga dan sore itu ikut menjadi saksi perpisahan di jayapura.setelah sampai,kami segera masuk ke cabin dan ingin segera merebahkan badan untuk menikmati perjalanan ke wasior.pelan tapi pasti malam telah datang namun kami merasa lapar dan ingin menunggu hidangan makan malam yang di sediakan oleh kapal.pengumuman hidangan makam malam sudah disediakan.tiba tiba pintu ruangan kami di ketok beberapa kali dan di panggil untuk segera makan malam.mendengar adanya pemberitahuan maka kami sangat bersemangat sekali.kenapa sangat senang,karena kami mendapat service kelas atas yaitu service yang berbeda dari  sebelumnya.kami segera merapikan diri dan menuju deck 2 untuk pergi makan malam.sajian waktu itu benar benar berbeda.alunan musik sebagai irama ketengan,sapaan hangat dari beberapa awak kapal,dan tentunya beberapa penumpang lain yang bersama menikmati makan malam.semua segala yang kami butuhkan telah disediakan dan para pelayan menebar senyum dan memberi apa yang kami mau.ah sungguh pengalama yang tak dapat saya lupakan kejadian seperti ini.

setelah selesai makan malam kami segera kembali menuju cabin dan beristirahat.malam dingin dan sunyi hanya terdengar gemuruh ombak yang memecah bagian badan kapal menjadi pengantar tidur kali ini.tak terasa matahari mulai muncul ke permukaan.semua terlihat jelas dari balik kaca cabin.saya merasakan kapal seperti tidak bergerak,karena saya penasaran saya mencoba keluar dan mengintip keadaan.ternyata kapal sudah bersandar di dermaga 2 jam yang lalu.saya bertanya kepada salah satu security sekarang berada dimana,lalu security menjawab bahwa sekarang sudah sampai di pelabuhan Wasior dan 1 jam lagi kapal akan berlayar kembali.

setelah melihat keadaan di dermaga yang ramai penumpang hilir mudik,saya bergegas kembali ke cabin dan mandi.segar rasanya setelah beberapa hari tidak bertemu air tawar.saat kapal sudah mulai berlayar mata ini tidak kuasa menahan rasa mengantuk yang dahsyat.dengan seketika saya segera masuk kedalam mimpi dan bang hardi sedang sibuk melihat koleksi foto yang di dapat pada saat perjalanan.perjalanan dari Wasior menuju ke Nabire kurang lebih sekitar 1 hari dan kami menghabiskan waktu dengan mecatat cerita perjalanan dan saling bercerita pengalaman pribadi.keesokan harinya kira kira sekitar jam 9 pagi kami mulai merapat di Nabire.pemberhentian di Nabire tidak terlalu memakan waktu yang lama,dikarenakan banyak penumpang yang turun ketimbang yang ikut berlayar.jadi captain dengan cepat memutar haluan dan melanjutkan untuk berlayar.

perjalanan dari Nabire menuju pemberhentian berikutnya yaitu Manukwari kurang lebih sama yaitu sekitar 1 hari lamanya mengarungi lautan.kata bosan berlayar dengan ruang lingkup terbatas tidaklah menjadi hal yang sulit untuk dinikmati.karena saya sendiri sudah mulai terbiasa dengan gelombang ataupun perjalanan laut untuk waktu yang cukup memakan kesabaran dan aktivitas.Ditengah perjalanan kami tidak sengaja bertemu dengan sahabat baru yaitu Lazarus yang berangkat dari Nabire dan akan menuju Sorong.Ditengah perjalanan kami saling bercerita mengenai tempat tempat di daerah Papua yang akan kami lintasi.kebetulan tempat berikutnya yang akan kami singgahi adalah Manukwari lalu martinus bercerita tentang pantai yang sangat bagus dan sunyi sekali.ditambah lokasi yang tidak jauh dari area pelabuhan.dari cerita dialah saya dan bang hardi sangat penasaran untuk mengunjungi sejenak dan melihat alam yang ada di sekitar sana.akhirnya kami sampai juga di pelabuhan Manukwari,kami berjalan turun sejenak mengikuti Lazarus yang kebetulan mempunyai saudara untuk menumpang beristirahat sebelum melanjutkan perjalan menuju pantai.setelah semua siap kami melakukan perjalanan menaiki angkot dan berjalan kaki melintasi hutan sekitar 20 menit sebelum menuju bibir pantai.setelah sampai saya melihat sekitar,memang benar benar sunyi dan sepi.di pantai hanya ada kami bertiga,serta ditemani daun daun kering yang berserakan di tanah dan suara gemuruh ombak yang besar memecah pantai berpasir hitam yang tak ada sampah sedikitpun kecuali ranting dan dedaunan yang tersapu ombak.

setelah puas menikmati suasana pantai,kami bertiga mulai mengumpulkan ranting dan membuat api.kami ingin menikmati hidangan ikan bakar sebelum melanjutkan perjalanan menuju Sorong.api sudah menyala dan ikan sudah mulai tersusun rapi diatas bara api.alunan musik dan tawa canda ikut meramaikan keseruan kali ini.kami menikmati santap sore di pantai lalu bergegas kembali kerumah saudara Lazarus untuk membersihkan badan lalu kembali menuju pelabuhan.malam itu sekitar jam 10 kami melanjutkan perjalanan kembali,dan persinggahan selanjutnya adalah Sorong.badan terasa sangat lelah sekali,kami tak kuasa untuk segera beristirahat dan menanti kedatangan di pelabuhan Sorong.malam segera terlewati dengan cepat tanpa ada mimpi sedikitpun yang akan hinggap di sepanjang tidur kali ini.pagi hari setelah sarapan dan menikmati kopi kami menghabiskan waktu dengan membaca dan bercerita.tidak ada kegiatan selain itu yang ingin kami lakukan kecuali mengistirahatkan badan sepanjang perjalanan.akhirnya sekitar pukul 4 sore kami merapat di pelabuhan Sorong dengan disambut cuaca cerah dan tentunya sunset terakhir di tanah papua.

Sunset yang membuat siapa saja betah berlama lama Sekarang mau berbagi tentang merelakan sesuatu yang belum di tunjukan kepada usang.ini adalah pemadangan yang begitu indah saat matahari terbenam di pelabuhan sorong.di seberang sana adalah kabupaten Raja Ampat yang sekitar 1 sampai 2 jam menyebrang ke sana.tetapi kemarin usang tidak memiliki waktu yang banyak dan harus melanjutkan perjalanan ke bacan menggunakan pelni.dengan sedikit berberat hati merelakan kunjungan ke destinasi yang paling indah papua sana(menurut orang orang).jadi saat pagi kami melakukan perjalanan melintasi raja ampat dan melihat dari kejauhan dan berkata dalam hati "oh saya masih belum beruntung dan belum mempunyai alasan untuk singgah di Raja Ampat.sebenarnya sedih tapi mau apa di kata jadi lain waktu saya akan berkunjung kesana. Seperti itulah pengalaman usang saat menikmati sunset indah tapi melewatkan tempat indahnya Apakah teman teman pernah mengalami kejadian yang sama? Ayo sharing #ranselusangkelilingnusantara #ranselusangsharing #PesonaPapua

A post shared by PERANTAU (@ranselusang) on

Perjalanan harus berlanjut,sehabis magrib berkumandang,kapal segera bergerak menuju pemberhentian selanjutnya yaitu Pulau Bacan.kami segera beristirahat kembali sembari tidak sabar menunggu kedatangan di Pulau Bacan.

pagi menjelang dengan cuaca cerah dan sambutan mentari hangat di Pulau Bacan adalah sebagai pertanda perjalanan kali benar benar mendapat kemudahan.saat bersandar di pulau Bacan ada hal unik dan jarang sekali ditemukan di pelabuhan pelabuhan yang lain.entah kebetulan atau memang seperti ini kejadian nya saya kurang terlalu mengerti.seperti ini contohnya,ketika saya berjalan keluar untuk mencari minuman biasanya saya ataupun bang hardi akan mencari asongan yang naik kekapal dan menjajakan barang bawaan mereka.namun,saya sudah mencari cari tapi tidak satupun saya temukan.yang ada hanya para penjual batu dan cicin dari batu khas bacan.sedikit aneh,bingung dan ada rasa lucu mendapati kejadian seperti ini.tak ingin berlama lama terjebak dengan keanehan dan keunikan ini saya segera turun ke dermaga untuk membeli air minum lalu kembali menuju cabin karena kabal hanya sebentar saja bersandar di Pulau Bacan.perjalan belanjut ke tujuan kami yaitu Pulau Ternate yang memakan waktu kurang lebih sekitar 8 jam atau lebih karena saya tentang waktunya.di tengah perjalanan saya sempat keluar untuk menikmati pemandangan keindahan perairan di maluku.di kejauhan terlihat Tidore dan maitara semakin mendekat dan nampak jelas.perlahan dan sangat pasti pelabuhan semakin terlihat.banyak warna yang menghiasi sepanjang dermaga dan pesisir.warna yang terbuat dari atap dan bangunan yang terlihat rapat memenuhinya.

ah rasa penasaran membumbung tinggi akan keindahan Ternate.saat kapal mulai merapat pelan pelan,saya mencoba mengabadikan momen uang seribu dengan pemandangan aslinya yaitu Pulau Tidore dan maittara dengan tangan sendiri.dari atas deck di dekat minimarket saya mencoba mencari posisi terbaik dan mencari spot yang hampir sama seperti di lembar uang seribu rupiah

beberapa kali saya mengambil dengan kamera saya,walau hasilnya tidak maksimal tetapi saya sangat bangga dan puas karena mendapatkan pengalaman luarbiasa bisa melihat nyata bentuk uang seribu tersebut.setelah puas,saya dan bang hardi segera turun dari kapal dan berjalan menuju keluar pelabuhan.kami mencari kendaraan dan bang hardi sendiri menyarankan agar kita menyewa angkot untuk menuju Sulamadaha.tak perlu waktu yang lama,setelah bang hardi bernegoisasi masalah harga dan mendapat yang sesuai maka kami segera menaiki angkot yang disewa dan hanya kami berdua dalam perjalanan menuju Sulamadaha.waktu itu harga sewa angkot yang kami dapat sekitar Rp100.000 untuk mengantar kami menuju Sulamadaha dengan jarak tempuh sekitar 30 menit.dalam perjalan kami disajikan lanskap Ternate yang begitu indah,mulai dari pantai,kesultanan,batu besar yang beserakan di tepi jalan.ke empat mata kami terpukau oleh keindahan Ternate atas ciptaanNya.akhirnya kami sampai di tujuan kami,saya dan bang hardi menurunkan barang bawaan kami dan berjalan menuju salah satu rumah salah satu teman bang hardi.setelah mengetuk rumah dan bertanya,ternyata teman bang hardi sudah beberapa bulan tidak tinggal dirumah.ia sudah tinggal dikota karena sudah mendapatkan pekerjaan di salah satu kantor pemerintahan.kami mulai berdiskusi bagaimana dan dimana kami akan menginap.lalu bang hardi ingat ada satu penginapan yang tidak jauh dari rumah temanya dan dari pantai.maka kami ijin untuk pamit dan beranjak ke penginapan.setelah sampai penginapan kami segera menyimpan barang dan ingin beristirahat.untuk tarif penginapan ini tergolong murah,untuk 1 malam saja biaya yang harus dibayar sekitar Rp50.000/malam.jadi kami bisa menghemat biaya penginapan dan bisa kami gunakan untuk hal yang lainya.

keesokan harinya kami bangun sedikit siang karena efek dari perjalanan laut beberapa hari yang lumayan membuat kepala sedikit goyang dan lelah.setelah selesai mandi dan berbenah,kami keluar dan berjalan kaki menuju keatas.kami mengetahui diatas sana ada sebuah taman baca yang didirikan oleh salah satu pemuda yang ingin membantu pendidikan di kampungnya sendiri Sulamadaha.

di sini bisa menemukan ketenangan dan kedamaian berada di Ternate tepatnya di kawasan Sulamadaha membuat saya merasa lagi lagi seperti berada di rumah atau di kampung halaman.bagaimana tidak,warga yang ramah dan kondisi keadaan yang begitu alami dan asri walau terletak di pinggir kota tetapi kehidupan disini jauh sangat berbeda.dan sore ini saya berkesempatan mengunjungi rumah belajar di sulamadaha.tempat atau wadah anak anak dan remaja berkumpul da belajar bersama tentang ingin menggiatkan lagi kepedulian terhadap sesama.tidak selalu menggantungkan atau selalu mengharapkan bantuan dari pemerintah.tetapi disini rasa kepedulian sangat tinggi. bagi teman teman yang sedang di ternate mungkin bisa bergabung sore ini di rumah belajar di sulamadaha.mari kita belajar bersama #ranselusangkelilingnusantara #PesonaTernate #kelilingindonesia #maribelajar

A post shared by PERANTAU (@ranselusang) on

Sebagian rumahnya onco di sekat dan dibuat taman baca dari bambu bambu hasil dari gotong royong pemuda sekitar.didalam banyak terdapat buku belajar dan bacaan ditambah hasil karya dari adik adik seperti gambar,puisi atau sebuah harapan dan cita cita.lalu kami bertiga sedikit mengobrol tentang pendidikan disana bagaimana? apakah sudah terpenuhi dengan baik atau masih kekurangan dan membutuhkan bantuan?
onco sendiri sangat ingin adik adik bisa belajar rutin dan rajin agar mereka semua bisa pintar dan ditambah mereka bisa memajukan desanya sendiri.setelah mendengar panjang lebar,maka saya dan bang hardi mempunyai ide yaitu ingin mengadakan kegiatan belajar bersama nanti sore di pantai Sulamadaha.kami saling berbagi tugas,bang Hardi membeli peralatan tulis dan beberapa buku gambar.sedangkan saya mulai menyiapkan tempat bersama adik adik dan pemuda setempat setelah kami himbau tentang adanya kegiatan yang akan kami buat di pantai.

setelah selesai berbenah bertepatan dengan kedatangan bang hardi dan onco membawa peralatan,maka kegiatan siap kami mulai.semua adik adik kami persilahkan duduk di bangku.tak lupa sebelum memulai kegiatan kami memperkenalkan kembali kami satu persatu dan niatan kami mengadakan kegiatan belajar kali ini.setelah semua selesai,onco sebagai moderator sekaligus yang paling dekat dengan adik adik mengajak untuk memulai kegiatan belajar dengan tema mengarang lalu membacakan ulang kembali di depan teman teman dan satu lagi menggambar bagi adik adik yang masih duduk di kelas 1 dan 2.
Adik adik sangat bersemangat mengerjakan apa yang di arahkan onco.ada yang bingung memikirkan akan menulis apa,ada yang cuma diam tidak tau harus menggambar apa,sampai sampai ada yang malu dilihat akan hasil buatan nya.

hampir 90 menit lamanya kami menunggu hasil karya dari adik adik sebuah gambaran dan karangan atau cerita pendek akhirnya diselesaikan dengan baik.semua sudah di kumpul kedepan dan kami bertiga menyeleksi gambar mana yang akan kami apresiasi dengan hadiah.begitu juga dengan hasil karya cerpen dari adik adik yang kami pilih untuk meceritakan kembali di depan dan akan kami beri hadiah malam nanti.
kami sangat bangga melihat jerih payah adik adik dan semangat mereka untuk belajar.walau mereka berada jauh dari kota besar,namun mereka tidak ingin kalah bersaing dalam segi pendidikan dan semangat.
kegiatan sudah selesai dan senja mulai meredup.kami memberitahu bahwa nanti malam kami akan memberi sebuah bingkisan hadiah dan juga kenang kenangan untuk adik adik semua.seusai sholat isya,semua sudah berkumpul ditaman baca,dan kami mengumumkan siapa yang terbaik dari yang terbaik lainya.sekaligus kami ingin memberitahu bahwa kami akan melanjutkan perjalanan kembali.sebelum semua usai dan pulang masing masing kembali kerumah,kami mengucapkan banyak terima kasih atas kehadiran kami di sulamadaha beberapa hari.kami diterima dengan baik serta dianggap seperti keluarga.lalu,kami berpamitan dengan adik adik sebelum kembali menuju penginapan.keesokan harinya kami berangkat menuju bandara diantar oleh onco sendiri serta teman teman dari sulamdaha.pesawat kami berangkat sekitar jam 12 siang.kami melakukan penerbangan yang berbeda,saya dibelikan tiket oleh bang hardi dengan tujuan Surabaya,dan bang Hardi sendiri tujuan Jakarta.dengan sedikit sedih karena kami sudah melakukan perjalanan yang panjang dan luar biasa.berawal pertemuan di sumba,lalu berlanjut melakukan perjalanan 9 hari menuju perbatasan merauke,dan ditutup melakukan perjalanan 5 hari berlayar menuju Ternate.hampir 1 bulan penuh kami melakukan perjalanan bersama,menikmati sedih dan susah bersama,menjadi saudara dan cerita ini akan terkenang hingga tua nanti

“kegembiraan itu memang tidak bisa dengan jelas atau gamblang saya menceritakan nya.tetapi saya bisa mengerti bahwa kehadiran kita saja sudah sangat berkesan bagi mereka apalagi kita bisa belajar dan bermain bersama.oh astaga,semua ini adalah pengalaman perjalanan yang tak mungkin bisa terulang dengan kejadian yang sama,tempat yang sama,orang yang sama,dan tentunya kebahagiaan yang sama.tetapi banyak makna serta pelajaran yang akan didapat di setiap tempat yang disinggahi.seperti inilah kisah perjalananku saat menginjakkan kaki untuk pertama kali di Ternate”

terima kasih atas segalanya.
salam rinduku kepadamu ternate,terkecil namun terkenal

4 Comments

  • Ed'Ward Edy February 9, 2017 at 09:14

    Luar biasa jo…

    Reply
  • Geotraveller February 9, 2017 at 09:30

    Nice write up. It feels like reading a novel. Good job! Interesting journey too. If possible I want to see more pictures too because I plan to explore the area. Thanks again for the write up.

    Reply
    • ranselusang February 9, 2017 at 09:33

      thank,your welcome
      maybe we can explore together

      Reply

Leave a Reply