Set Primary menu by going to Appearance > Menus

Minggu pertama antara suka dan duka

image

setelah saya beberapa hari beristirahat di samarinda di tempat saudara angkat saya vadli.saya berbegas untuk melanjutkan perjalanan menuju Balikpapan dan menuju pelabuhan untuk melanjutkan perjalanan ke surabaya.saya di antar menuju jalan poros samarinda-balikpapan untuk menunggu mencari tumpangan ke balikpapan.1 jam berlalu saya mengacungkan jempol ke setiap kendaraan yang melintas mulai dari motor,mobil bahkan truk sekalipun. saya berusaha menunggu dan bersabar untuk mendapatkan tumpangan.2 jam pun telah berlalu,saya belum juga mendapatkan tumpangan.rasa harap harap cemaspun mulai muncul,apakah sesulit ini mencari tumpangan dan apakah sudah mulai sedikit orang yang baik untuk menolong? saya sesekali bertanya kepada diri saya sendiri tentang

bagaimana melakukan perjalanan ini dengan sehemat mungkin dan melawan segala keterbatasan dari rasa takut rasa takut

image

itu sendiri sedikit membuat saya agak melemah,tetapi saya percaya bahwa tuhan akan selalu menolong.3 jam pun berlalu dan saya belum mendapatkan tumpangan.saya bergegas berdiri dan berjalanan kaki  menyusuri jalan kota yang panasnya membuat pedih di seluruh permukaan kulit.hampir 1 jam saya berjalan saya beristirahat sebentar di bawah pohon yang cukup rindang dan lumayan untuk bernaung melindungi saya dari sengatan matahari.tak lama seorang bapak bapak bermotor berhenti menghampiri saya.bapak itu bertanya kepada saya,”de mau kemana?” sayapun menjawab “mau mencari tumpangan ke balikpapan pak” bapak itu lalu menjawab ayo saya antar ke terminal bus.awal mulanya saya menolak karena saya tidak mempunyai uang yang cukup membayar biaya bus.tetapi bapak itu malah menjawab”tenang de nanti bapak bayar uang tiket ke balikpapan”.saya begitu terkejut dan bingung mendengar perkataan bapak itu yang ternyata bernama bapak sulaiman.lalu saya tiba di terminal sungai kunjang samarinda.kira kira tepat pukul 11 siang saya berangkat menggunakan bus menuju balikpapan dengan perasaan suka.kurang lebih 3 jam waktu perjalanan yang saya tempuh sampai di terminal Batu Ampar Balikpapan.lalu saya berjalan keluar dan mencari angkot jurusan pelabuhan danau semayang dengan harga Rp.10.000 ya harga yang sesuai dengan jarak dan akses menuju pelabuhan.kurang lebih 20 menit saya sampai di pelabuhan.saya langsung menuju tempat tiket dan pusat informasi tentang keberangkatan kapal menuju surabaya.pada waktu saya sedang sibuk mencari harga dan waktu keberangkatan kapal tiba tiba saya di telpon dengan kakak angkat saya yang berada di samarinda,ia memberitahu bahwa saya agar segera mengecek inbox email saya karena ia mengirim sesuatu yang penting.setelah obrolan tadi saya membuka email dan mencari pesan apakah itu,saya terkejut bahwa dia membelikan saya tiket pesawat diam diam tanpa sepengetahuan saya.saya tidak bisa menolak dan tidak bisa marah karena saya tidak enak untuk bantuan yang dilakukan oleh kakak angkat saya.tanpa ambil pusing saya langsung bergegas menuju bandara Sepinggan Balikpapan untuk menggunakan tiket pesawat itu menuju surabaya.karena tiket pesawat itu adalah keberangkatan terakhir jadi saya masih sempat pergi ke bandara dari pelabuhan.
sampailah saya di bandara dan segera saya check in dan menuju ruang tunggu.sampai jam keberangkatan pun tiba saya beranjak menuju pesawat.setelah kurang lebih satu setengah jam penerbangan menuju surabaya saya habiskan waktu dengan tidur dan membaca buku.tepat pukul sebelas malam saya sampai di Surabaya.saya menuju masjid yang masih dikawasan bandara untuk beristirahat sambil menunggu pagi untuk melanjutkan perjalanan.
subuh dan udara panas surabaya membangunkan saya.saya bergegas melakukan ibadah sholat shubuh lalu mempersiapkan barang dan melanjutkan perjalanan.jam 7 pagi saya bergerak berjalan kaki menuju pintu keluar bandara sambil berusaha mencari tumpangan untuk menuju kota Sidoarjo.disepanjang jalan saya menikmati hangatnya sinar mentari pagi sebelum saya menemukan salah satu jalan yang terdapat di luar kawasan bandara

image

saya beristirahat sejenak ditengah jalan sambil mengambil beberapa foto.setelah puas beristirahat belum jauh saya berjalanan dari tempat saya beristirahat dengan tiba tiba seorang bapak bapak paruh baya berhenti dan bertanya kepada saya mau kemana de? mau ke malang pak tapi mau ke sidoarjo dulu biar gampang jadi tumpangan.lalu bapak itu menjawab “ayo saya antar ke tempat kamu bisa mencari tumpangan.saya langsung menganggukan kepala dan segera saya naik dibelakang bapak sulaiman menyusuri sepanjang sidoarjo

image

pohon dikanan dan kiri tumbuh rapi menghiasi pemandangan jalan sampai tak terasa sampai di persimpangan.saya pun berpisah dengan pak Sulaiman dan berterima kasih sudah diantarkan sejauh itu.lalu saya kembali beristirahat sejenak menikmati pemandangan

setelah itu saya berjalan kaki menuju masjid dan beristirahat dan tidur sebentar sembari menanti sore tiba
disinilah awal mula musibah dan kesedihan dimulai.waktu menunjukan pukul setengah empat sore, saya ingin melakukan ibadah sholat dan mengambil wudhu saya lalai meninggalkan barang bawaan saya di dekat pintu masuk masjid.disana bersandar carrier dan daypack berisikan benda benda electronic seperti laptop,hardisk powerbank,tripod,action cam,tongsis dan beberapa benda yang lainya.saya langsung terduduk setelah benda benda saya raib,saya tak mampu lagi berucap dan saya masih tidak percaya bahwa daypack saya benar benar hilang.saya berkata dalam hati,baru saja saya melakukan perjalanan sudah mendapatkan cobaan yang berat seperti ini?apakah ini sebagai tanda bahwa saya kurang begitu bersyukur atau saya kurang bersedekah? pikiran itu berkecamuk menyelemuti suasana yang sedih.sempat saya duduk termangu hampir sejam menikmati kesedihan ini,tetapi saya tidak mau berlarut larut saya belajar mengikhlaskan sesuatu walau itu berat sekali.saya langsung bergegas meninggalkan area kawasan masjid menuju jalur surabaya-sidoarjo untuk mencari tumpangan.
hari sudah beranjak sore saya berjalan  menyusuri jalan poros yang penuh dengan truk dan mobil besar lainya.sampai dekat pintu masuk kota sidoarjo saya mendapat
tumpangan mas ari

saya diantar dari kota sidoarjo menuju perbatasan dan pintu masuk ke arah kota malang.saya sempat diajak singgah dirumahnya untuk beristirahat sejenak.sampai di jalan arah kota malang saya kembali mencari tumpangan truk truk yang sedang melintas.tak butuh waktu lama saya mendapatkan tumpangan.sebuah truk berhenti dan memberi saya tumpangan.

image

bernama mas rudi berasal dari semarang yang memang bertujuan satu arah tetapi tidal sampai kota malang.saya hanya bisa di antar sampai daerah Gempol disana banyak truk truk beristirahat yang mempunyai tujuan malang.dan saya disarankan mencari disana dikarenakan mas rudi harus lanjut memasuki daerah dimana ia bekerja.di Gempol saya menghampiri salah satu warung kopi,disana terdapat sepasang sopir dan kernet yang sedang beristirahat.lalu saya memberanikan diri bertanya,bang saya mau tanya,abang sedang menuju malang atau tidak? lalu abang menjawab”iya mas saya sedang dalam perjalanan menuju malang,ada apa ya?”saya boleh menumpang sampai malang? oh boleh mas tapi saya tidak bisa mengantarkan ke tempat mas tuju cuma bisa mengantar di kawasan malang saja.ia bang terima kasih tidak apa apa,begitulah saya mendapatkan tumpangan menuju malang

image

sampai magrib menjelang barulah saya sampai dikota Malang.dan tak lama kemudian saya dijemput dengan teman waktu saya masih sekolah dasar yang memang sedang menuntut ilmu dikota malang yang bernama anwar dana.dalam dua hari saya mendapat keberuntungan dan musibah secara berurutan.salah satu pengalaman yang tak terlupakan dan sebuah awal dari perjalanan saya.

Posted from WordPress for Android

No Comments

Leave a Reply