Set Primary menu by going to Appearance > Menus

menembus batas indonesia timur   (part 1)

ini adalah cerita pejalanan saya yang sudah memasuki bulan ke-5  dalam  mencoba mengelilingi Indonesia.perjalanan ini  begitu terasa cepat dan sagat mengejutkan,karena semua mengandung faktor”k”yaitu faktor keberuntungan.namun dibalik semua itu ada beberapa kejadian keberuntungan kecil sampai besar hingga mencoba mengikhlaskan sesuatu yang hilang seperti  sesuatu yang kecil hingga sesuatu besar sekali.karena semua tidakan pasti akan membuat musibah datang bertubi tubi dan mengajarkan pengalaman yang tak terlupakan.
setelah perpisahan dengan keluarga baru di sumba seperti bang aswar,ibu,kak mujis,kak adi,mud,iban,zindan dan beberapa teman dari jakarta seperti satria,tina dan anak anak dari travelgaul yang selesai donasi buku untuk sumba saya akan kembali jalan menuju labuan bajo bersama bang hardi karena saya diajak untuk menemani dia pergi ke taman nasional komodo.kami berangkat dari waikabubak naik travel setelah membantu kak adi belajar bersama adik adik murid kak adi disekolah yang berada di bukit matahari.perjalanan sore itu sangat begitu berat karena harus menguatkan diri untuk perpisahan dengan keluarga baru di sumba yang begitu baik menerima saya dirumah meskipun mereka tidak mengenal pada mulanya,lalu saya dianggap seperti keluarga mereka sendiri.

hari  yang ditunggu  akhirnya datang,perpisahan  pun tak terelakan  mobil travel sudah datang dan jam menunjukan tepat  4 sore,dan perjalanan dari waikabubak menuju pelabuhan waingapu kami  tempuh  selama kurang lebih 3 jam. selama perjalanan  saya dan bang hardi  mensiasati rasa capek dan bosan dengan bercerita tentang rencana bang hardi yang ingin pergi ke merauke menggunakan kapal pelni.dengan begitu bang hardi bisa mengunjungi beberapa daerah indonesia timur lainya.meski membutuhkan waktu yang cukup lama dia ingin merasakan sensasi perjalanan yang sedikit berbeda kali ini.tak terasa hai telah beganti malam gelap,dan di kejauhan terlihat kerlap kerlip lampu kota semakin lama semakin nampak jelas  dari kaca mobil.


akhirnya kami telah sampai di pelabuhan waingapu,sambil menunggu kedatangan kapal pelni,kami beristiraahat di salah satu warung yang berada tidak jauh dari dermaga,lagi lagi kami menikmati secangkir kopi khas sumba untuk terakhir kalinya sebelum kami meninggalkan pulau sumba.2 jam lamanya kami menikmati malam terakhir dan suara bel kapal mulai terdengar,pertanda kami harus bergegas  membeli tiket dan masuk kedalam kapal.kali ini saya berkesempatan menaiki kapal pelni wilis yang akan mengantar kami ke labuan bajo.

ini adalah awal kejutan dan keberuntungan paling besar dalam melakukan perjalanan mengelilingi indonesia.kenapa  saya bilang kejutan paling besar?karena kata kata bang hardi akan selalu terinngat dalam cerita perjalanan ini,bang hardi berkata seperti ini.nanti seandainya habis dari mengunjungi pulau komodo kamu mau menemani saya pergi mengunjungi danau kelimutu?saya menjawab jika abang membutuhkan teman,saya akan dengan senang hati menemani.balas saya dengan senyum kebahagiaan.lalu dia membalas perkataan saya dengan perkataan yang begitu membuat saya kelagaban,seandainya kita sudah sampai di kelimutu kita berpisah dari bandara,saya pergi ke kupang untuk mengejar kapal pelni sirimau dan kamu kembali ke labuan bajo.bagaimana?saya cuma bisa menganggukan  kepala mengikuti arahan bang hardi.tetapi dia menyambung perkataan tadi dengan begitu dahsyat.bang hardi berkata,tetapi jika dari kupang saya naik pelni sendiri akan sangat terasa membosankan,karena menikmati dan menghabiskan waktu perjalanan selama 6 hari menuju merauke seorang diri.bisa jadi gila saya tutur bang hardi.bagaimana kalau kamu menemani saya sampai merauke agar saya tidak bosan dalam perjalanan yang panjang ini.mau tidak kamu? saya hanya bisa mematung dalam kebisuan yang seakan tak bisa ditampik dan seolah olah lidah saya kelu tak kuat untuk berucap.bagaimana tidak,seperti tersengat setrum sekujur badan ini,saya diajak pergi melintasi perairan indonesia bagian timur dan bisa sampai ke merauke tempat paling timur indonesia yang ingin sekali saya kunjungi.setelah beberapa menit saya hanya diam karena terkejut dengan keberuntungan yang begitu besar ini,saya hanya bisa menganggukan kepala terus menerus dengan senyum sumringah tanda kebahagiaan yang terpancar dari raut muka saya.impian ini terwujud dengan begitu cepat sehingga tak mampu untuk menolak kesempatan ini.apakah Tuhan yang menggariskan pertemuan dengan bang hardi ini untuk terjadi.sehingga membantu mewujudkan cita cita saya sehingga bisa mengunjungi kota merauke.kota yang terletak paling timur indonesia dan menjadi batas negara.saya hanya mampu berkata dalam hati atas kegembiraan ini.semua itu langsung terpecah kan seketika sirine kapal berbunyi menandakan kapal sudah sandar dipelabuhan waingapu.kami berjalan menuju pintu masuk dan tak lama kami disuruh membayar retribusi sebesar Rp10.000 masing masing orang dan kami menuju loket pembelian tiket kapal dengan seharga Rp 80.000 per orang kelas ekonomi.


kami berjalan menuju pintu masuk dan melewati pemeriksaan tiket.setelah selesai di periksa lami menuju lorong dek kapal mencari tempat yang kosong.kami berjalan keliling hingga sampai di ujung lorong dan kami mendapat tempat paling pojok dan sepi sehingga kami bisa leluasa beristirahat.barang kami tempatkan dengan rapi lalu pergi keluar sebentar untuk mencari perbekalan dan menanyakan jadwal keberangkatan kapal.ada salah satu petugas berada di luar dan saya bertanya,”pak apa kapal berangkat sesuai jadwal?”lalu bapak menjawab”tidak dik,kapal akan berangkat besok pagi sekali jam 6″setelah mengetahui jam kebetangkatan kapal yang molor 6 jam maka kami menikmati malam di dermaga dengan kopi lalu membahas rencana perjalanan yang panjang.mulai dari rencana dari komodo lalu overland flores hingga kelimutu lalu terbang menunggu kapal pelni di kupang dengan menghitung estimasi waktu dan biaya untuk perjalanan.kami menghitung dengan sangat teliti dan seirit mungkin karena biaya yang dibutuhkan cukup banyak sekali jadi kami tidak mau salah perhitungan sebelum sampai merauke.kami sedikit takut setelah melihat jadwal keberangkatan kapal pelni dan sisa waktu yang kami punya hanya 3 hari untuk bisa mengunjungi pulau komodo dan danau kelimutu.setelah memprediksi hal terburuknya seandainya kami gagal mengejar kapal di kupang jalan satu satunya kami tidak jadi pergi mengunjungi kelimutu dan kami berangkat lebih awal dari labuan bajo.kami akhirnya memutuskan kembali masuk ke kapal dan beristirahat dengan keputusan akan memulai perjalanan lebih awal dari labuan bajo.mata mulai merasakan mengantuk dan perlahan saya mencoba untuk memejamkan mata.pagi telah datang saya terbangun dan melihat keluar ternyata kapal sedari tadi sudah berjalan melintasi laut sumba.saya kembali ke tempat tidur dan melihat jam,ternyata sudah 2 jam kapal ini berjalan.saya bergerak menuju kamar mandi untuk mencuci muka dan membersihkan diri setelah 1 hari penuh menempuh jarak yang jauh dalam perjalanan menuju labuan bajo.badan sudah kembali segar dan sudah bersih kembali saya ingin menikmati suasana perjalanan ini menuju keluar dek kapal.dikanan saya bisa melihat gunung gunung tinggi yang berada di pulau flores lalu saya melihat ke kiri pulau sumba terlihat semakin menjauh sedikit demi sedikit.kapal melaju semakin kencang seketika mulai mendekati daerah flores.

setelah 2 minggu saya meninggalkan labuan bajo rasa rindu terhadap orang orang yang saya kenal disana dan keramahanya ingin saya jumpai lagi.lalu perlahan tapi pasti kapal memasuki kawasan komodo,pemandangan yang tak asing lagi bagi saya,seperti pulang ke kampung halaman yang sangat saya ridukan.kapal semakin kencang dan tak terasa sudah mendekati dermaga pelabuhan labuan bajo.saya turun kembali ke dalam dek dan berkemas lalu membawa barang bawaan saya ke atas.sore jam 5 waktu kedatangan kami,sedikit terlambat 3 jam..jadi rencana kami langsung menuju pulau komodo sedikit tertunda hingga esok hari.kami turun di pelabuhan dengan kondisi lapar yang menyerang sangat hebat,pada saat di kapal kami lebih asik tidur sehingga jatah makan dari kapal tidak sempat lagi kami ambil.kami langsung menuju ke kampung ujung yang terdapat wisata kuliner di sepanjang jalan.bang hardi ingin memenuhi hasratnya untuk mencicipi ikan segar dan saya mengikuti saja apa yang disarankan bang hardi.kami berjalan menyusuri tepi warung memilih aneka makanan yang tersaji sampai di pertengahan bang hardi menuju ke salah satu warung yang memajang ikan segarnya memikat mata.setelah memilih ikan mana yang akan kami coba akhirnya kami menjatuhkan pilihan ke pada ikan kakap merah dengan harga cukup terjangkau yaitu Rp.50.000 untuk 2 porsi.ikan langsung di bersihkan dan kami duduk sembari bercerita dan menunggu kabar dari teman teman yang mempunyai kapal di komodo.tak lama makanan datang,dengan kondisi sangat lapar kami menyantap makanan tanpa menunggu lama lagi.kenikmatan ikan segar melengkapi perjalan kami sebelum besok melanjutkan perjalanan kembali mengunjungi pulau komodo.

setelah selesai makan kami menuju dermaga untuk mencari kapal yang akan di sewa bang hardi,ternyata di dermaga hanya ada kapal kecil yang di miliki oleh bang rafly jadi saya langsung menuju kesana untuk menanyakan apa bisa mengantar kami ke pulau komodo besok pagi.bang hardi langsung berkenalan sembari menanyakan harga dan estimasi waktu untuk besok,apakah bisa dalam satu hari kami mendapat spot yang bang hardi inginkan dan mengejar kapal pelni dengan jadwal keberangkatan jam 8 malam dari pelabuhan labuan bajo.setelah menghitung harga,jarak dan waktu akhirnya bang hardi dan bang rafly menyetujui.lalu bang rafly membeli perbekalan kapal untuk besok seperti,solar,bensin,dan kebutuhan makan selama perjalanan.saya dan bang hardi menikmati malam dengan tidur di kapal. Tak terasa pagi sudah datang.bang rafly bersiap siap menyalakan mesin kapal motor dan beberapa anggota yang lain mulai melepas jangkar dan mempersiapkan peralatan yang lain.badan masih terasa begitu penat dan masih setengah sadar saya merasakan kapal mulai bergerak menjauh dari dermaga.sorot matahari yang hangat menyapu sekujur badan dan muka saya dengan penuh perasaan membuat saya semakin ingin berlama lama terkena sinar matahari pagi.setelah cukup sadar saya berjalan kebelakang untuk mencuci muka agar bisa terlihat sadar.perjalanan kami tempuh cukup lama yaitu kurang lebih 4 jam hingga sampai di loh liang tempat taman nasional komodo berada.disepanjang perjalanan pulau pulau kecil yang banyak dihuni oleh warga menjadi sajian pagi itu.bang hardi masih tertidur pulas dalam liukan kapal yang bergoyang terkena ombak sebelum matahari mulai menyongsong tinggi dan kami sudah sedikit lagi mendekati pulau komodo.bang hardi bangun dan kapal sudah mulai merapat menyisiri pinggir perairan komodo sampai melewati pink beach,ya pink beach sekarang tidak seperti dulu lagi,alga sudah mulai berkurang dan warna nya tidak semerah  dulu atau pink seperti dulu sebelum banyak orang mengunjunginya,berbeda seperti pantai namo yang masih sangat merah menyala karena jaraknya lumayan cukup jauh  dan agak di ujung.apalagi orang juga masih sedikit yang tahu atau yang ingin mengunjunginya.bukit terakhir sudah kami lewati,di kejauhan dermaga sepi berharap penantian kapal yang akan bersandar tampak murung tidak seperti biasanya. Cuaca panas membuat suasana sepi di dermaga ini tampak begitu murung,tetapi tidak menyurutkan bang hardi melihat komodo kembali untuk mengenang masa kecilnya dulu.pelan tapi pasti kapal segera merapat ke dermaga kayu.saya,bang hadi dan bang ralfy turun untuk mendaftar trekking di kawasan  komodo.setelah selesai melakukan retribusi  kami melakukan short trekking dan ditemani seorang ranger yang menemani kami  berkeliling.

setengah kami  berjalann barulah kami menemukan 2 ekor komodo yang sedang bermalas malasan.dan ranger langsung mendekati salah satu dari komodo dan memberi aba aba kepada kamibahwa sekarang kami bisa  mengambil beberapa gambar.lalu saya memanggil bang hardi untuk segera pergi ke arah  ranger dan saya akan memotret,dengan rasa sedikit takut bang hardi memberanikan diri dan dengan cekatan saya mengambil gambar.setelah puas kami bergerak menuju dapur dimana salah satu komodoterbesar sering berkeliaran disana dan kami ingin melihat langsung naga terakhir yang dibilang paling besar itu.5 menit kami berjalan kami sampai juga di dapur,di bawah pohon sana terlihat seokor komodo besar yang sedang tidur bernaung dibawah pohon yang rindang.dengan berjalan mengedap endap tepat di belakang ranger dan terus mengikuti instruksi dari ranger.dan range naik kedapur dan menyimburkan air,tiba tiba dengan reflek tinggi komodo lngsung bergerak menghampiri genangan air dan meminum air.seetelah elihat komodo yang besar,kami kembali ke kapal dan menuju ke pulau kelor untuk menikmati sunset sebelum kami kembali ke pelabuhan untuk melanjutkan petualangan yang sebenanya.sesampainnya di kelor bang hardi langsung menaiki bukit dan melihat pemandangan dari atas.saya pun tak ingin melewatkan sunset yang membuat hangat seluruh badan.

setelah puas menikmati pemandangan pulau kelor kami bergegas menuju kapal dan ingin mengejar waktu keberangkatan pelni yang akan berangkat malam ini.perjalanan dari pulau kelor kurang lebih 1 jam dengan pelan tapi pasti kami mengharap tidak mengalami kendala.akhirnya setelah malam mulai datang dan tak terasa kami sudah mendekati pelabuhan.terlihat lampu lampu berderet di ketinggian dan bunyi bel dari kapal seperti memanggil.kami bergegas untuk membeli tiket dan masuk kedalam kapal pelni.tiket waktu itu sebesar Rp690.000 perorang tujuan merauke selama kurang lebih 10 hari melintasi indonesia tengah hingga timur.dalam hati saya berkata,apa yang akan saya lakukan selama 10 hari di dalam kapal?.sempat takut dan tak ingin menjalaninya,namun semua harus dicoba dan ditantang agar pengalaman baru ini tak akan tersia siakan.

1 Comment

Leave a Reply