Set Primary menu by going to Appearance > Menus

Catatan 4 bulan perjalanan mengelilingi indonesia ( 3 pulau,3 penolong,3 keberuntungan )

SAMSUNG CAMERA PICTURES

PERJALANAN MASUK KE DALAM JIWA YANG PALING JAUH DAN TERASA DAMAI

saat bersimpuh melafalkan tentang doa

keyakinan yang semakin membias

saat keberuntungan seperti terlahir kembali

Perjalanan tak terasa telah memasuki di bulan yang ke-4 dimana kesempatan merasakan petualangan baru dan  banyak sekali kejutan kejutan yang tak pernah terbesit dikepala lalu tertuang di dalam sekian rentetan cerita yang saya rasa memasuki tahap tahap hal mustahil namun bisa tercipta.setelah terlalu terlena berdiam dalam lingkaran kenyamanan, dan terlebih lagi saya harus mecncoba rela meninggalkan orang orang baru yang pernah mengisi cerita dan berperan besar dalam perjalanan saya.tanpa tau kapan ia datang dan pergi untuk bisa bertemu kembali.
Dalam kisah perjalanan kali ini saya akan menceritakan bagaimana awal dari pertemuan yang tak sengaja dengan bang firna di depan kantor pos bima,selanjutnya saya berkesempatan di ajak beristirahat sejenak dirumahnya sebelum saya akhirnya tertahan selama kurang lebih 3 hari di bima untuk beristirahat sekaligus melihat sedikit keindahan dan cerita tentang keindahan bima.siang itu cuaca yang cerah dan sangat terik,mendadak berubah mendung kelabu begitu pekat dikala bang firna mengajak saya untuk bisa ikut pergi mengunjungi air terjun bersama teman teman dari bogor.dan itu semua sangat kebetulan sehingga kami bisa berkunjung ke sana bersama sama.tetesan air satu persatu mulai turun dari atas dan  meninggalkan tanda basah keringnya jalan.kami sangat khawatir karena hujan turun tanpa aba aba.kami menghubungi teman teman untuk bersabar dan menunggu reda lalu kita berangkat.sambil menunggu saya dan bang firna menikmati kopi tambora dengan rasa khas campuran dari kopi pilihan dan sedikit jahe bercampur membuat badan kembali hangat.obrolan perkenalan tak terhindarkan,kami saling berbagi cerita pengalaman perjalanan dan beberapa kisah legenda yang berada di bima semakin terasa lengkap perjamuan menanti hujan reda.tanda tanda itu terlihat dari awan yang gelap makin lama mulai terbelah dengan cahaya matahari yang keluar dari celah awan mendung.kami bersiap siap menjemput teman teman untuk segera berangkat sebelum cuaca kembali berubah.setelah semua sudah berkumpul kami berjalan beriringan menuju air terjun.jalan yang berkelak kelok tajam melewati perbukitan dengan vegetasi hutan lebat ditambah jalan becek membuat semakin tertantang untuk segera mengakhiri dan bisa melihat air terjun.45 menit waktu yang kami tempuh sampai di desa terakhir tepat di depan pintu masuk air terjun.kami memarkir motor lalu bang firna mengecek air aliran air terjun di sungai yang berada di bawah kami memarkir motor.selang beberapa menit bang firna kembali dengan raut muka yang tampak murung,bang firna menjelaskan bahwa debit air sangat besar sehingga membuat air keruh berwarna coklat sebab air dari tanah ikut bercampur mengalir disungai.kami tidak bisa memaksakan kondisi alam yang sedang tak bersahabat dengan sedikit kecewa kami kembali pulang dengan tangan hampa.pada saat perjalanan pulang kami tak sengaja singgah di dataran yang cukup luas yang menyajikan pemandangan kota bima dari ketinggian yang sedang diselimuti kabut tipis.kami menghilangkan kekecewaan dengan mengambil beberapa foto lalu pulang karena hari sudah semakin gelap.tak terasa kami sampai rumah magrib dan segera membilas badan dari guyuran hujan.malam kami berkumpul kembali di toko yang berada tepat di depan kediaman rumah orang tua bang firna sambil menyelesaikan urusan untuk besok,karena salah satu teman wanita saya dari jakarta akan datang besok pagi dan ingin meminta pertolongan untuk bisa membantu mencari kendaraan menuju tambora.malam semakin larut dan saya beristirahat di toko bersama sepupu bang firna yang sekaligus menjaga toko peralatan olahraga tersebut.malam yang melelahkan begitu cepat berlalu,saya bangun agak siang dan sedikit bermalasan karena kondisi tubuh sakit semua setelah perjalanan panjang ditambah guyuran hujan kemarin.saya segera mandi dan minum vitamin untuk mencegah sakit yang tidak di inginkan datang tiba tiba.lalu saya dan bang fin sarapan pagi dengan menu khas bima,ikan bumbu merah ditambah campuran urap dan sambal ketimun di campur cabai serta bawang membuat semangat hari ini semakin bertambah.perut sudah terisi penuh dan kami akan menjemput teman dari jakarta bernama menda yang akan datang siang ini di bima.kami tiba di bandara bertepatan dengan pesawat dari jakarta baru saja mendarat.kami menunggu di ujung lorong tempat kedatangan karena disana suasana sedikit sejuk dan sepi,jadi dari kejauhan kami bisa menemukan menda dengan mudah.15 menit berlalu,di kejauhan carrier yang mencolok menjulang diantara keruman orang yang berjalan keluar.sosok wanita tomboi langsung bisa kami kenali.sebab tak ada seorangpun yang datang dengan gear lengkap para pendaki jadi tak sulit untuk kami kenali.handphone saya berdering dan saya menjawab lalu memberi tahu tempat saya,menda langsung menemukan saya dari kejauhan akibat lambaian tangan saya.kami langsung bersalaman dan sedikit mengobrol tentang rencana dia selama berada di bima.mendung segera menyelimuti bandara dan kami menghentikan pembicaraan dan segera menuju tempat parkir mengambil motor karena kami takut terjebak hujan.baru jalan tidak jauh hujan mulai turun mau tidak mau kami harus menepi untuk berteduh.kami menepi di penjual jagung di tepi laut yang berada di dekat desa panda,dimana desa yang lebih sering dikenal oleh orang dengan tempat pacuan kuda atau arena pacuan kuda yang paling terkenal di bima.berjarak 100 meter saja tetapi hujan turun deras membuat saya tidak bisa mengantar menda untuk para joki cilik handal yang sedang berlatih untuk pertandingan setiap akhir pekan.kami mencoba mencicipi jagung bakar dan melanjutkan onbrolan tentang kota bima dan gunung tambora pada saat hujan terus mengguyur dan menunda kepulangan kami.selama hampir 1 jam kami tertahan hujan tapi perlahan hujan mulai mengendurkan tetesan airnya.dengan secepat mungkin kami menancap gas motor untuk menghindari hujan susulan.akhirnya sampailah kami ke tempat bang firna,menda lalu memasukan barang ke dalam rumah sedangkan bang firna pulang kerumah dan beristirahat dan kita berjanji selepas isya’ saya dan bang firna mau menemani menda untuk mencari logistik pendakian gunung tambora nanti.adzan isya sudah berkumandang dan ibadah sholat sudah dilaksanakan.saya dan menda menunggu bang firna di depan toko sambil bercerita dengan sepupunya.tak lama bang firna datang dan kami menuju minimarket untuk berbelanja kebutuhan menda.semua logistik sudah dibeli mulai dari gas,makanan,air dan cemilan sudah cukup untuk pendakian nanti.kami segera pulang dan membantu menda packing dan segera beristirahat.dan keesokan harinya, pagi sekali saya terbangun mengingat saya yang akan mengantar menda ke terminal untuk mencari bus tujuan desa pancasila desa di kaki gunung tambora.saya menunggu menda sambil memanaskan motor,tak lama menda keluar dari rumah dan kami berdua berangkat menuju terminal.tak butuh waktu lama kami tiba di terminal,hari masih gelap dan sepi hanya ada deretan bus kecil,sopir dan kernet yang sedang menunggu penumpang jurusan masing masing.para penumpang masih terlihat sedikit jadi kami memutuskan untuk sarapan terlebih dahulu sambil menunggu keberangkatan bus yang masih sangat lama.hari semakin terang dan para penumpang sudah mulai berdatangan dan satu persatu penumpang mulai naik.kami berjalan menuju bus,lalu menda berpamitan dan kita berpisah tak lama bus juga berangkat menuju desa pancasila.saat  kembali kerumah dan bersiap siap untuk melanjutkan perjalanan yang akan di antar bang firna menuju sape tempat pelabuhan penyeberangan.tepat sehabis kami menyantap makan siang lagi lagi dengan masakan khas bima dan saya berpamitan dengan ibunda bang firna karena telah dengan baik hati menerima saya.dengan kondisi cuaca siang hari begitu cerah dan kami berjalan memecah lengangnya jalur  antara bima menuju sape.saat memasuki daerah wawo sederet awan gelap mulai menyelimuti perbukitan,semakin jauh kami berkendara semakin rapat awan gelap hingga hujan tak terbendung untuk turun dengan cepatnya.kami memaksakan diri karena kami sudah dekat di rumah adat wawo.badan sudah setengah basah saat tiba di pintu gerbang rumah adat.kami membuka pintu dan segera berteduh di salah satu rumah atau biasanya disebut uma lengge.bang firna menceritakan sejarah tentang uma lengge pada zaman dahulu seperti dijadikan tempat rumah pribadi dan bisa juga dipakai menjadi tempat persembunyian putri merrka dari penjajah yang akan menculiknya.setelah cukup lama bercerita tak lama hujan mulai reda dan kami segera melanjutkan perjalanan menuju sape.di tengah perjalanan saya tak sengaja menengok ke sebelah kiri,di ujung sana nampak jelas namun  berukuran kecil pelabuhan dan deretan rumah warga.jalanan mulai menukik turun.perlahan deretan rumah dan jalan menuju pelabuhan terlihat.kami mulai memasuki kawasan pasar lalu kami singgah di salah satu rumah makan karena hari sudah siang dan bang fin mengajak makan sambil menunggu bang sistim yang akan kami temui di sape.makan nasi campur dan es teh menutup rasa lapar setelah perjalanan dari bima menuju sape.selang tak beberapa lama bang sistim datang,sebelum bang fin pulang kembali ke bima kami sempat mengobrol sebentar tentang potensi wisata yang ada di bima dan sape.akhirnya saya berpisah dengan bang fin setelah pertolongan dia saya bisa mengetahui sedikit tentang bima dan bersedia mengantar saya sampai sape.lalu saya lanjut menuju pelabuhan dan sekarang saya diantar dan ditemani bang sistim.kami mencari informasi tentang keberangkatan kapal asdp ke labuan bajo.ternyata tak lama lagi kapal akan segera berangkat setelah mobil muatan masuk semua.saya segera membeli tiket dengan harga Rp.58.000 harga terbaru yang saya dapat.lalu saya berpamitan dan berterima kasih kepada bang sistim karena telah mau mengantar dan menemani ke pelabuhan.kemudian kami berpisah dan saya berjalan ke arah pintu masuk.tiket saya di periksa dan di sobek dan saya dipersilahkan menaiki kapal.saya menaiki tangga lalu saya menuju buritan kapal mencari tempat yang nyaman untuk beristirahat karena perjalanan cukup lama yaitu 8 jam.

setelah mendapatkan tempat yang saya anggap nyaman,dengan segera saya menyimpan ransel lalu merebahkan diri.rasa capek dan mata ingin segera terlelap setelah menempuh perjalanan diterpa hujan dan panas membuat badan terasa begitu lelah.tanpa sadar disepanjang perjalanan saya tertidur pulas dan ketika terbangun dan melihat keluar ternyata hampir sampai.di kejauhan sinar lampu berkerlap kerlip seperti bintang kecil yang bersusun menyinari kegelapan daratan flores.saya segera mencuci mata dan agar kembali segar dan sadar.lalu saya memanaskan air untuk membuat secangkir kopi tambora untuk menghangatkan badan dari terpaan angin malam.1 jam menanti kapal tiba di pelabuhan dan bersandar saya habiskan menikmati kopi dan berpikir bagaimana kelanjutan setelah turun nanti.akhirnya kapal merapat dipelabuhan labuan bajo tepat jam 1 dini hari.saya turun lalu keluar dari area pelabuhan dan mencari warung untuk membeli minum sekaligus bertanya kepada pemilik warung dimanakah saya bisa menemukan warung kopi yang buka 24 jam.langsung saja saya diarah dimana lokasi warung tersebut.saya berjalan menuju kampung ujung yang tidak jauh jaraknya.setelah saya berbelok mengikuti jalan,terlihat deretan warung kuliner ada yang sudah mulai bersiap siap tutup dan saya coba menyusuri sepanjang jalan hingga saya sampai di warung paling ujung yang tersisa.disana saya membeli satu porsi lalapan ayam dan segelas es teh.saya bertanya tanya kepada ibu penjual tentang keadaan labuan bajo di mata ibu.dan ternyata kondisi disana cukup tenang dan aman.lalu ibu berbalik bertanya kepada saya.apa yang sedang saya lakukan ke sini terlihat membawa barang bawaan banyak dan tas sebesar itu. ketika ibu melirik kebawah meja yang terlihat carrier besar sedang tersandar.saya menjawab saya sedang melakukan perjalanan mencoba mengelilingi indonesia untuk mencari tahu budaya dan melihat keadaan masyarakatnya dan pendidikannya.tetapi saya belum mendapat tempat singgah karena teman saya belum bisa dihubungi karena sedang berlayar menganrar tamu.oh begitu ya.ibu menjawab kembali,ini sudah malam dik kalau kamu mau kamu bisa menitipkan barang di tempat ibu dari pada malam begini bahaya.tapi dirumah ibu sedang renovasi jadi berantakan kalau untuk barang saja bisa tapi tidurnya sembarang saja melihat kondisi ya.bagaimana?kamu mau?kalau mau nanti ikut ibu sekalian bantu ibu membereskan barang dirumah.saya menjawab denfan anggukan kepala.ibu dan pekerjanya mulai berberes dan saya juga sedang membereskan barang bawaan saya.kemudian kami berjalan tidak jauh tapi agak sedikit menanjak.rumah kontrakanya saling berhimpitan dan saya di persilahkan masuk.saya menyimpan barang di salah satu sufut ruangan lalu saya membantu ibu menurunkan barang barang.setelah selesai saya dipersilahkan istirahat dan saya mulai merebahkan badan.tetapi mata yang segar tak mampu untuk dipejamkan.saya mendengar suara air mengalir dan ibu meminta tolong saya mengisi drum drum kosong diluar karena air disini terkadang susah didapat jadi sepanjang subuh saya menunggu air dan mengisi drum kosong di luar rumah.cukup lama saya mengisi satu persatu drum hingga akhirnya pekerjaan ini selesai.tak terasa hari mulai terang,saya meminta ijin kepada ibu untuk keluar sekedar berjalan jalan melihat aktivitas masyarakat di pagi hari.di sepanjang jalan terlihat para ibu ibu sedang menjual ikan hasil tangkapan para suaminya.lalu ada orang yang berjualan sayur dan buah buahan.saya kembali menuju pelabuhan dan melihat keadaan disana sambil memikirkan apa yang selanjutnya yang akan saya lakukan.setelah cukup puas berada di pelabuhan saya mencoba menghubungi salah satu nomor pemberian teman dari jakarta jika seandainya saya sampai di bajo mungkin bisa saya hubungi dan membantu saya.nomor pertama yang saya hubungi sedang tidak aktif lalu saya mencoba menghubungi nomor yang lainya dan langsung ada balasan.saya berkenalan dan menjelaskan kedatangan saya lalu dia menyuruh saya untuk menunggu di pelabuhan untuk bertemu.15 menit berlalu akhirnya saya bisa bertemu dan berkenalan langsung dengan bang supardi.setelah cukup lama bercerita,saya langsung di ajak menuju dermaga dan melanjutkan perbincangan di kapalnya.sampai juga akhirnya saya dan bang supar di kapal lalu saya di suguhi kopi flores yang rasanya begitu lembut dan aromanya tidak begitu kuat tapi setelah masuk kedalam mulut keadaan itu berbalik cita rasanya kuat menari nari di dalam mulut.kopi flores menjadi salah satu kopi favorit saya.tidak lama bang supar ijin keluar untuk menemui tamu yang akan menyewa jasa kapalnya.saya duduk dan bercengkrama dengan orang orang di kapal sebelah yang tidak lain masih bersaudara dengan bang supar.tak beberapa lama bang supar sudah kembali dan bercerita kepada saya besok pagi ia akan mengantarkan tamu selama 2 hari 1 malam dan mengajak saya untuk ikut.lalu saya menjawab saya tidak mempunyai uang untuk membayar paket wisatanya bang.perkataan saya langsung dipotong,sudah mas ikut saja itung itung mas menemani saya.bagaimana mas mau kah tidak?kalau mau nanti malam tidur dikapal saja dan sekarang mas bisa ambil barangnya lalu ditaruh di kapal.kalau begitu saya mau bang supar,sebentar saya mengambil barang dan berpamitan kepada ibu.saya pergi menuju rumah ibu untuk mengambil barang sekaligus berpamitan dan mengucapkan banyak terima kasih karena telah bersedia membantu saya yang sedang kebingungan mencari tempat untuk beristirahat.magrib telah berlalu saya kembali ke kapal bang supar,ternyata dia sudah bersiap siap pergi berbelanja untuk persiapan perbekalan besok.saya diajak untuk menemaninya karena lumayan banyak yang akan dibeli.segera saya menyimpan carrier di dalam kapal lalu pergi menuju minimarket bersama bang supar.kami membeli beras,mie,gula,roti,selai dan beberapa snack.lalu kami membeli sayur ikan dan ayam untuk lauk selama perjalanan.tak lupa kami membeli pisang buah yang paling sering di konsumsi di daerah sini dan terutama kesukaan bang supar.semua sudah kami beli lalu kami kembali ke kapal menyimpan barang dan segera beristirahat karena besok pagi pagi sekali kami sudah berangkat.pagi begitu cepat datang para tamu telah datang dan bersiap saya segera membereskan tempat tidur dan merapikan kapal sebelum para tamu naik.setelah selesai satu persatu mereka menaiki kapal dan saya membantu menyimpan barang bawaan mereka.semua sudah naik dan kapal bang supar perlahan mulai meninggalkan dermaga.tepat jam 7 pagi berlayar menuju pulau kanawa disana saya menemani tamu untuk trekking dan snorkling di kawasan kanawa.lalu perjalanan menuju ke ubur ubur untuk snorkling dan bermain bersama ubur ubur.setelah itu lanjut ke manta point bermain bersama manta.lalu berlanjut ke pulau gusung dan bertemu baby shark dan bermain pasir putih yang lembut.setelah itu menuju gili laba untuk menikmati sunset dan bermain di sekitaran pantai.setelah itu berlanjut makan malam dan tidur.keesokan harinya kita menuju ke pink beach snorkling lalu menuju taman nasional komodo trekking dan mengetahui sejarah komodo dan berlanjut ke pulau padar.setelah akhirnya kami sampai di pulau padar dan saya mendongakkan kepala dan melihat ke atas.dari bawah saya sudah begitu sangat terkesima melihat keindahan seperti yang diberikan dalam perjalanan kali ini.kapalpun semakin merapat ke bibir pantai lalu saya turun dan menancapkan jangkar di darat dan satu persatu tamu turun dan bersiap trekking.langkah kaki terasa kuat dan bersemangat sekali untuk ingin segera sampai di atas. padar adalah salah satu tempat yang membuat saya begitu sangat terkesima.kenapa?karena wujud nyata sungguh sungguh sangat indah sekali melebihi keindahan pada beberapa foto yang pernah saya lihat.

SAMSUNG CAMERA PICTURES

KETERIKATAN ANTARA KEINDAHAN DAN KEBAHAGIAAN DI PADAR

setiap beberapa langkah saya selalu menyempatkan diri untuk menengok ke arah belakang dan meilhat setiap sudut yang disajikan oleh pulau padar.dan tak ada henti hentinya saya terdiam melihat semua yang dulunya tampak maya dan sekarang menjadi nyata bagi kedua bola mata.saya terus berjalan hingga akhirnya sampai di titik yang lumayan tinggi menurut saya.di ketinggian itu saya bisa melihat keseluruhan dari setiap sudut yang ada di pulau padar.saya mulai beristirahat dan duduk sambil memutar lagu untuk menambah kenikmatan dalam persistirahatan saya.cukup lama kami mengabadikan momen dan beristirahat di atas pulau padar,walau terik tetapi akibat angin yang berhembus cukup kuat membuat kami sangat betah.lalu waktu sudah menunjukan jam 1 siang dan kami bergegas turun untuk makan siang dan melanjutkan rangkaian perjalanan selanjutnya.setelah sampai di kapal,kami menyantap hidangan makan siang yang telah disiapkan oleh bang supar pada saat kami melakukan trekking tadi.makan siang kami terlihat sangat mewah,bukan dari makanan apa yang disajikan oleh bang supar,tetapi bisa makan bersama sama lalu mendapat suguhan lanskap yang indah apa itu sesuatu yang biasa?saya rasa tidak,dan mungkin kalian juga bisa membayangkan seadaninya kalian berada di posisi saya pasti akan berpikir seperti itu juga.acara makan siang pun telah selesai dan  kami melanjutkan perjalanan ke pulau kelor.

SAMSUNG CAMERA PICTURES

LANTUNAN KEBAHAGIAAN TERUS TERUCAP DALAM RASA SYUKUR ATAS PERJALANAN

rencananya nanti setelah sampai di pulau kelor,kami akan trekking kembali kemudian dilanjutkan snorkling dan menikmati sunset sebagai rangkaian terakhir dalam perjalanan ini.setelah matahari mulai terbenam kami akhirnya tiba kembali ke pelabuhan.saya  membantu mengantar tamu menuju hotel  tiba tiba saya diberi imbalan atau uang tip.saya terkaget karena saya dikira abk kapal bang supar.rejeki itu saya terima dan saya mengucapkan terima kasih lalu kembali ke kapal bersama bang supar dan ternyata lagi lagi saya mendapat rejeki lagi dan sekarang dari bang supar.pada mulanya saya menolak karena saya bisa mengikuti trip gratis ini atau cuma cuma dan saya membantu dengan senang hati.tapi saya disuruh menerima pemberian itu karena rejeki tidak boleh ditolak bilang bang supar.akhirnya saya menerima pemberian bang supar lalu kami beristirahat dan akan membersihkan kapal esok hari.terik matahari dan keributan membangunkan saya tak terasa hari sudah mulai terang dan saya mencoba melihat jam ternyata waktu sudah menunjukan jam 9 pagi pantas saja kebisingan akan aktivitas masyarakat di sekitar sudah ramai sekali mulai dari para nelayan yang datang dengan hasil tangkapanya.lalu kapal pengangkut penumpang dari pulau pulau kecil di sekitaran labuan bajo mulai sili berganti datang dan pergi.saya duduk sejenak untuk mengumpulkan kesadaran saya hingga kembali normal.setelah cukup terkumpul saya menuju kebelakang untuk mengambil peralatan  pembersih seperti gayung,timba,sabun dan sikat karena saya sudah berjanji kepada bang supar akan turut serta membantu membersihkan kapal pagi ini.saya mengambil ember,sabun,sikat,dan gayung tak lupa juga dengan timba.saya kebagian untuk menyikat setiap sudut kapal dan bang supar membantu menyiram setiap bagian telah selesai saya sikat.walau masih terasa capek dan sedikit lemas akibat kemarin menemani bang supar tetapi semua rasa capek itu terbayar setelah selesai membersihkan kapal tiba tiba bang supar membawakan 2 gelas kopi flores bersama 2 bungkus nasi untuk makan siang kami.betapa nikmat siang ini yang tak akan bisa saya tolak setelah sedikit bekerja dan mengeluarkan keringat pasti rasa lapar begitu memburu di dalam perut.kami tak membuang buang waktu untuk menyudahi nasi bungkus.dengan begitu lahap seperti orang belum makan berhari hari.itulah ekspresi yang bisa saya gambarakan tentang rasa lapar siang itu.setelah makan kami menutup acara makan siang dengan segelas kopi flores yang begitu lembut dan aromanya lembut begitu masuk kedalam hidung.asap mulai mengepul di seputaran kami,seperti menjadi kebiasaan sehabis makan kami selalu merokok dan meminum kopi.disela sela menikmati itu semua bang supar berkata kepada saya,ini bagian untuk kamu karena ada datang rejeki baru tadi bagi dan rejeki itu untuk kita berdua dan saya harap kamu mau menerimanya.lalu tangan saya di genggam dan segumpal uang Rp.100.000 berjumlah 2 lembar yang telah diberikan bang supar.saya begitu sangat berterima kasih atas rejeki yang bertubi tubi di berikan oleh bang supar.dalam beberapa hari saja saya berada di labuan bajo dan tidak menyangka bakal bisa secepat ini saya mendapatkan semua itu.mulai dari trip gratis sampai rejeki yang melimpah yang lainnya.selama kurang lebih 1 minggu hari hari saya di isi dengan kesibukan mnegantar tamu berlibur ke kawasan komodo.mulai dari tamu bang supar sendiri sampai saya mencari tamu untuk bang supar dengan cara saya selalu duduk di pintu keluar pelabuhan penyebrangan kapal asdp untuk mencari peruntungan siapa tau mendapat tamu dan ternyata saya bisa mendapatkannya 2 kali selama beberapa hari.dengan penuh kesabaran saya tunggu ternyata saya tidak mendapatkan yang saya harapkan.dan hari keberangkatan telah tiba,pagi itu saya tidak menyangka bisa bangun pagi sekali,apa karena terlalu bersemangat mengunjungi tempat yang saya damba dambakan atau ada hal lain yang membuat saya bahagia.malam tadi saya dan bang guri telah mengadakan janji untuk bertemu di loket pembelian tiket kapal.badan telah segar mendapat guyuran air di pagi hari dan setelah bersiap siap dan mengecek kembali barang bawaan,saya berpamitan dengan bang supar untuk memberitahu saya akan mengunjungi pulau sumba hanya untuk beberapa hari saja,karena kami telah mendapatkan tamu di tanggal kepulangan saya dari sumba.pembicaraan telah selesai maka saya bergegas berjalan ke kantor pelni yang tak jauh jaraknya.10 menit saya sudah sampai di kantor,lantas saya menurunkan barang bawaan dan tidak langsung membeli tiket karena bang guri belum datang,saya pututskan untuk menunggu dengan menghubungi kakak saya dan memberi tahu bahwa saya akan melakukan perjalanan menuju sumba,agar kedua orang tua saya tahu kondisi sekarang bagaimana.belum lama saya duduk bang guri telah datang dan kami membeli tiket dan bergegas menuju kapal.kami tidak duduk di deck kapal melainkan menuju keatas untuk menikmati cuaca cerah sekaligus pemandangan labuan bajo.7jam perjalan mengarungi lautan dan sore hari tepat jam 5 sore kami sudah tiba dan bersandar di pelabuhan sape.kami segera membeli tiket lagi dari sape menuju waikelo sumba barat.setelah membeli tiket kami beristirahat di salah satu warung yang terletak di ujung dermaga sekaligus melaksanakan ibadah sholat magrib.saya mecari tahu tentang keberangkatan kapal dan ternyata kapal berangkat jam 12 malam dan kami memutuskan untuk memasak nasi dan makanan karena mulai siang kami cuma mengganjal perut dengan beberapa potong pisang dan alpukat.bang guri memasak nasi dan saya memasak ikan sarden.kurang lebih 1 jam ritual masak memasak di daerah dermaga dan kami menikmati makan malam dengan ditemani angin malam yang mulai terasa menusuk tubuh.tak terasa waktu sudah menunjukan jam 10 malam kami segera masuk ke kapal, dan suasana di kapal telah padat dipenuhi penumpang dan barang bawaan mereka.kami memutuskan untuk mencari tempat paling belakang.mendapat tempat paling sudut dan pojok bukan menjadi pilihan,tetapi mau tidak mau kami harus mengisinya.dibawah terdengar suara suara hewan ternak yang saling berdesakan ditambah hujan dimalam hari membuat perjalanan menuju sumba terkesan sangat berbeda sekali.mata semakin lama tak kuat menahan rasa kantuk yang luar biasa,perlahan tapi pasti saya pun terlelap tertidur di antara himpitan barang barang.tak terasa hari mulai terang dan matahari mulai muncul,saya segera mencuci muka dan menengok keluar apakah sudah dekat dengan pelabuhan? sayup sayup terlihat warna hijau yang segar dan dermaga kosong yang semakin lama semakin nampak jelas.setelah sudah dekat saya membangunkan bang guri untuk memberi tahu bahwa kami sudah sampai.lalu saya mandi dan packing dan mengecek barang bawaan saya.setelah berhasil bersandar kami berdua berjalan menuju warung di dekat dermaga,sekaligus untuk mengisi batrai handphone dan mencoba menghubungi teman bang guri yang akan menjemput di pelabuhan.akhirnya kami menghabiskan waktu di dekat warung dengan tidur dan makan siang di bawah cuaca yang begitu panas di waikelo.makan siang sudah kami santap walau dengan ala kadarnya mie dan nasi cukup mengganjal perut.kabar dari buruk akhirnya datang,teman bang guri tidak bisa menjemput di pelabuhan karena ada sesuatu yang menghalang jadi kami terpaksa menginap di depan warung hingga besok pagi akan melanjutkan perjalanan menuju kota waikabubak di sumba barat.kami tidur di depan emperan warung dan diguyur hujan lebat sepanjang malam.dan pagi hari kami menumpang sebuah truk lalu berlanjut menumpang sebuah mobil pick up hingga sampai di waikabubak.lalu kami beristirahat di masjid dan bertemu dengan bang andy dan zindan.lalu kami menuju rumah bang mujis untuk beristirahat sebelum kami menghadiri acara pasola dan bertemu beberapa travellers yang menginap di rumah bang mujis.dan dirumah bang mujis saya mendapat ketenangan berbeda dari tempat lain.karena saya bisa merasa damai dan seperti kembali ke rumah sendiri dan merasa kehangatan yang saya rasakan seperti dirumah yang belum saya dapatkan di tempat lain kecuali rumah saya sendiri

 

12750325_979558562134506_2045133040_n12724829_1966180686941316_145769554_ndownload (5)

Dari perjalanan selama kurang lebih satu bulan penuh saya berpindah pindah menuju pulau satu ke pulau lainya dengan bantuan bantuan yang tidak mungkin bisa dijelaskan dengan nalar melainkan dengan sedikit campur tangan tuhan dan semua kejutan kejutan seperti sudah diatur dalam perjalanan ini

1 Comment

Leave a Reply