Set Primary menu by going to Appearance > Menus

Catatan 3 bulan perjalanan mencoba mengelilingi indonesia(dari tertekan sampai dengan bebas berbahagia)

image

Setelah 3 bulan melakukan perjalanan mecoba melangkahkan kaki mengelilingi indonesia begitu banyak momen terdapat kurun waktu tersebut
Dalam tulisan ini saya mencoba memuat rentetan beberapa kejadian kejadian yang menurut saya penting serta kejadian dimana saya harus bisa bertahan dalam keadaan genting dan tertekan sampai dalam keadaan yang di isi dengan keberuntungan yang tak terduga
Memulai pertemanan dan belajar merelakan perpisahan dengan semua teman teman baru di setiap persinggahan
Semuanya dimulai dari persinggahan di kota semarang yang menjadi cerita pembuka.

image

semenjak kedatangan saya di semarang menggunakan kereta dari solo menuju semarang selama kurang lebih 3 jam lalu setibanya di semarang saya dijemput dengan bang fadel setelah itu menuju ke tempat kontrakanya untuk berristirahat.itupun tak membutuhkan waktu lama untuk mendapat kejutan kejutan yang diluar dugaan.seperti datangnya pesan singkat dari mas indra bahwa malam itu menawarkan atau ajakan melakukan pendakian ke gunung sindoro.saya langsung terkaget dan berunding bersama bang fadel,setelah kami setuju memutuskan turut serta dalam pendakian saya bergegas untuk bertemu dengan anak anak yang lain.inilah awal dari petaka saya dalam pendakian.sekitar 30 menit perjalanan menuju titik temu saya tersadar.saat itu adalah saat saat dimana saya lupa dan meremehkan hal hal penting yang begitu fatal.seperti tidak membawa sleeping back,tidak membawa headlamp dan sarung tangan beserta kupluk.waktu itu saya hanya membawa 1 baju ganti,jaket windproof dan beberapa botol air mineral.setelah berunding untuk bagimana mengatasi masalah ini.bang fadel lalu berinisiatif menyewakan sleeping bag untuk saya.karena jarak tempuh yang cukup jauh untuk mengambil kembali barang saya dan waktu sudah larut malam jadi saya mengiyakan saja saran bang fadel.

image

setelah lengkap kami berangkat menuju desa kledung yaitu basecamp tempat pendakian.kurang lebih kami menempuh waktu 3 jam menembus gelap malam yang sunyi dengan di iringi gerimis hujan dan hanya sesekali kendaraan lain yang mengiringi dalam perjalanan kami.tak terasa kami mengendarai motor begitu kencang sampai sampai saya melihat ada plang basecamp kledung menandakan kami sudah sampai di tempat tujuan.lalu kami menuju pos untuk melapor dan ternyata semua orang sudah terlalu hanyut dalam tidurnya terpaksa kami mengetok aula yang terdapat di samping pos.disana sudah banyak teman teman pendaki lain yang sudah datang duluan dan sudah tertidur lelap.kami segera memasukan motor kedalam aula dan ikut bergabung sambil istirahat sebentar untuk menunggu pagi melakukan pendakian.pagipun begitu cepat datang menyapa semua para pendaki telah siap untuk melakukan pendakian sedangkan kami baru terbangun dari tidur,faktor kelelahan dalam perjalan.kamipun berangkat dalam rombongan terakhir.kami berjumlah 9 orang antara lain mas indra,fadel,cipto,sovan,dicky,jaya,bagas,ana dan saya.kami melakukan pendaftaran ke pos pendakian.setelah semua selesai kami segera bergegas berangkat.temab teman mengusulkan menaiki ojek menuju jalur pendakian karena sebelum pos 1 itu jaraknya yang jauh.karena saya tidak tau dan belum pernah maka saya menurut saja ajakan mereka.kami membayar ojek masing masing Rp10.000 untuk sampai di jalur pendakian,melewati kawasan ladang warga yang terhampar luas sejauh mata memandang hanya hijau segar yang kami dapat.sungguh pemandangan yang begitu indah.lalu perjalanan menaiki ojek selama 15 menit menuju jalur,satu persatu kami sampai.semuanya sudah berkumpul lalu kami berdoa sebelum pendakian.kami berangkat bersama dengan tempo sedang karena kami tidak terlalu terburu buru.2 jam berjalan melewati vegetasi yang rapat kami sampai di pos 2.kami rehat sejenak sambil mengisi tenaga kembali,kami tak mau berlama lama sekitar 10 menit kami melakukan perjalanan lagi,masih sama vegatasi yang kami temukan sebelum didaerah dekat pos 3 mulai berubah sedikit demi sedkit.kurang lebih 2 jam juga kami sampai di pos 3.dengan segera kami mendirikan tenda dan memasak makanan untuk makan malam.setelah semua tenda sudah berdiri dan makanan sudah siap saji kami berkumpul membuat lingkaran dan makan bersama.belum lama kami selesai makan hujan turun dengan paksa tak ada lagi cerita cerita dimalam hari,kami langsung masuk tenda masing masing menghangatkan badan dengan tidur berhimpitan.dengan datangnya dingin mata terlelap begitu saja tanpa ada tanda.kamipun tertidur lelap sampai sampai kami tidak tau kapan hujan berhenti.pagi sekitar jam 6 keramaian diluar tenda membangunkan kami.

image

saya keluar tenda dan mencuci muka begitu juga dengan teman teman.30 menit kami prepare melakukan summit walau kami sudah tidak mempunyai waktu untuk mengejar sunrise di puncak kami tetap berangkat menuju puncak.mulai dari rumput dan pohon pohon kecil berubah menjadi hitam legam sampai dari gundukan tanah menyerupai puncak memberi kami harapan palsu.menjadi tanjakan penyesalan bumbu pendakian kami.setelah 1 jam kami berjalan tiba tiba mas indra meminta stop,terlihat raut muka yang pucat karena kami hanya membawa makanan yang sedikit energi ditambah kita kekurangan air akibat hilang beberapa botol persediaan air kami.

lalu saya memutuskan kembali menemani mas indra untuk turun kembali ke tenda dan fadel,sovan,cipto melanjutkan hingga puncak.setelah sampai tenda kembali saya segera memasak mie instan untuk memulihkan energi saya dan mas indra.sampai kurang lebih 3 jam kami menunggu teman teman yang sampai dipuncak turun kembali.lalu kami packing dan berdoa sebelum berjalan turun menuju basecamp.kurang lebih 3 jam kami turun.lebih cepat perkiraan.kami beristirahat sampai melewatkan magrib lalu kami pulang menuju semarang
Saya mendapat pelajaran Mungkin puncak bukanlah tolak ukur atau sebuah pencapaian yang sesungguhnya melainkan bonus dari proses yanh dijalani sebelumnya
bagaimana rasa kepedulian kita terhadap teman dan bagaimana kita harus bisa lebih merelakan kepentingan pribadi demi keselamatan dan rasa kebersamaan.belajar lebih bisa mengikhlaskan sesuatu yang bisa dicapai tapi dilewatkan demi musibah yang menimpa teman satu pendakian.dan rejeki rejeki yang datang tak terduga dari para pendaki lain seperti air minum,beberapa batang coklat untuk mengganjal perut sampai satu bungkus mie instan berbagi ruang dengan sendok sendok bergantian saling menyuap mulut.
Selanjutnya dari kehabisan uang,diberi uang sampai mendapat uang dan bisa untuk menyambung kembali kehidupan

Rentetan keberuntungan dan beberapa kejadian yang saya alami.
Berawal dari semarang
Baru pertama bertemu lalu mengadakan perjanjian mau bertemu di banyuwangi,membantu dia menuju ijen
Semenjak kepergian dari jogja mendapatkan tiket kereta gratis menuju banyuwangi dari salah satu teman yaitu mbak Ang.dari ajang ngumpul bareng di salah satu warung burjo di semarang saya bersama teman teman dari malang,surabaya dan semarang sendiri mau mengadakan reuni di ungaran dengan camping ceria.setelah semuanya berkumpul dan warung burjo menjadi sesak karena hampir semua sudut kami isi penuh.satu persatu wajah wajah teman lama dan beberapa teman baru membaur.tak lama datang sebuah moge sport dari kejauhan terdengar,lampu putih sangat cerah menyorot kepada kami.saya masih belum mengenali si pengendara,setelah ia memakirkan motor dan melepas helm saya langsung terkejut.bahwa yang mengendarai moge sporg itu adalah seorang wanita berhijab,kurus dan sedikit tomboi.setelah bertegur sapa tak sengaja mbak Ang (panggilan akrabnya) duduk tepat didepan saya.langsung saya membuka obrolan karena saya orang baru didalam kumpulan ini.setelah berbincang tentang satu sama lain iya mengetahui sebentar lagi saya akan lanjut perjalanan kembali menuju banyuwangi jawa timur,lalu dia meminta tolong kepada saya untuk menemani dia mengunjungi ijen.karena dia tidak tahu jalan menuju kesana dan ingin mengajak keluarganya kesana jadi saya mencoba membantu dan mengiyakan permintaan tersebut.setelah beberapa hari dari pertemuan itu saya meninggalkan kota semarang dan menuju ke yogyakarta sekaligus mau berpamitan kepada teman teman yang di sana sebelum saya melanjutkan perjalanan.saat saya sedang beristirahat di rumah teman handphone saya berbunyi sebuah pesan baru masuk.ternyata dari mbak ang,dia memastikan kapan dia berangkat dan sampai disana.lalu ia menanyakan dan meminta poto ktp saya.tidak ada rasa kecurigaan sedikitpun waktu itu.saya langsung mengirim poto tersebut dan tak beberapa lama saya mendapatkan pesan lagi yang berisi kode booking tiket kereta.saya langsung terkejut melihat saya dibelikan tiket gratis kereta ekonomi sri tanjung tujuan yogyakarta-banyuwangi.

saya menanyakan kepada mbak ang kenapa harus menbelikan saya tiket? Lalu dia menjawab “dari pada kamu mencari tumpangan dan tidak pasti waktu yang kamu tempuh mendingan sekalian aja saya belikan biar cepat” lalu saya menjawab kan saya jadi tidak enak mbak.mbak ang memprotes jawaban saya”sudah terima saja,anggap aja itu rejeki dari Allah”
Saya terimalah itu dan besoknya pagi pagi saya berangkat menuju stasiun lempuyangan diantar sahabat saya agam,sahabat saya dari kalimantan timur yang sedang menuntut ilmu di salah satu universitas diyogyakarta.kurang lebih 12 jam saya terkurung didalam besi berkecepatan tinggi ini.saya banyak menghabiskan waktu diatas kereta membaca buku sambil memotret keindahan yang tersaji di sepanjang perjalanan.hari sudah gelap waktu menunjukan jam 8 malam saya sampai di stasiun kalisetail,stasiun ditempat daerah saya dilahirkan.terletak di kaki gunung raung bernama desa sempu kabupaten banyuwangi.saya langsung menuju rumah yang terletak tidak jauh dari stasiun kira kira 200 meter.suasana rumah sudah gelap gulita dan hanya ada 1 lampu terlihat dibalik kaca di salah satu sudut rumah.itu menandakan bahwa ibu saya masih bangun dengan aktivitasnya menjahit.memang dari dulu sampai sekarang pekerjaan ibu dirumah selain mengurus rumah ibu juga menjahit baju,untuk seragam sekolah,pegawai sampai ibu ibu pkk ia jahit.salah satu sosok yang berpengaruh bagi saya dalam melakukan perjalanan ini.mungkin lain waktu akan saya muat dalam tulisan perjalanan ini selanjutnya.saya mengetuk pintu rumah dan mengucapkan salam tak berapa lama ibu membuka pintu,sempat beberapa detik ibu masih belum tahu kalau itu saya karena kondisi agak gelap dan remang remang.setelah saya salam dan memanggil ibu sontak ibu langsung memeluk saya dengan erat sambil meneteskan air mata kebahagiaan.saya memeluk ibu dengan erat karena saya sudah lama sekali tidak bertemu dengan orang tua saya.kurang lebih 4 tahun waktu yang cukup lama untuk bisa merasakan kerinduan yang begitu dalam terhadap orang tua.sehingga saya begitu lemah tak kuasa menahan kebahagiaan yang diluapkan dan mata tak sanggup membendung air mata yang keluar dengan sendirinya.saya mencium tangan ibu lalu saya bertemu bapak yang terbangun karena kedatangan saya.bapak sosok yang begitu diam dan jarang sekali kami mengobrol bercerita dekat layaknya anak pada umumnya.saya mencium tangan bapak yang sudah mulai muncul kerutan kerutan dan mulai mengendur tangan yang selama ini berperan besar dalam kehidupan keluarga mencari nafkah dari pagi sampai malam tak mengenal kata berhenti untuk mencari.saya segera beristirahat karena 12 jam membuat badan saya sedikit pegal akibat terlalu lama duduk dalam satu gerbong bedesak dengan penumpang yang lainya.tak terasa matahari sudah terlalu tinggi dan begitu berpendar terang.sudah menunjukan pukul 9 pagi tapi suasana dingin cuaca khas pegunungan.lalu saya menanyakan kabar dimana posisi sekarang berada,dan ternyata mbak sudah sampai di surabaya dan beristirahat disana lalu akan melanjutkan perjalan malam hari supaya pagi hari sudah sampai di banyuwangi.setelah mengetahui bahwa besok pagi sampai saya segera mempersiapkan barang barang yang akan saya bawa besok bersama mbak menuju ijen.hari itu saya habiskan duduk sambil membaca buku dan tak lupa secangkir kopi kalibaru yang rasanya begitu kuat dan aroma yang membuat kita ingin terus meminumnya Suasana di depan rumah di tempat penimbunan kayu milik pemerintah atau biasa disingkat TPK.hari begitu cepat berlalu tak terasa sudah mulai sore dan saya pulang dan beristirahat sebelum esok hari malapetaka datang.iya itulah hari dimana saya begitu merasa bersalah dan merasa masih mempunyai hutang yang harus dibayar.pagi itu jam 6 pagi handphone saya sudah berdering terus menerus dan karena terlalu lelap saya tidur sampai tidak menyadari akan panggilan dan pesan yang masuk.1 jam berlalu dan saya bangun dengan kondisi panik melihat sudah jam 7 pagi lalu saya melihat banyak pesan dan panggilan masuk,setelah saya membaca salah satu pesan yang isinya mbak ang membatalkan rencana mengunjungi ijen dan akan langsung menuju penyebrangan ke bali.saya menanyakan kenapa dibatalkan dan langsung menuju bali? Mbak ang pun membalas “akibat saya telat bangun dan sudah menunggu balasan dari saya yang begitu lama ditambah keponakanya menolak untuk pergi ke ijen maka mereka langsung menuju bali dan berkata lain waktu mungkin ada kesempatan.saya yang begitu merasa bersalah atas kegagalan mengunjungi ijen.saya berjanji nanti saya akan melunasi janji karena saya masih merasa berhutang budi dengan mbak ang.rasa itu sampai sekarang saya masih merasa bersalah besar akibat saya sudah memberi harapan yang saya langgar sendiri.
Salah satu kejadian yang tak ingin telah terjadi.mungkin permintaan maaf saya belum cukup sampai saat ini.

Selanjutnya saya menceritakan dimana saat saat saya jatuh dan masuk dalam lingkaran kepanikan dalam artian saya hanya mempunyai uang Rp3.500 dan itu semua hanya uang koin yang tersisa sejak perjalanan ini dimulai dan sampai saya bisa berada di lombok.

image

image

Dimulai saat saya bersama teman teman dari malang,mas della,doni,danang dan bang michael dari surabaya bertemu di stasiun karangasem tepat di rumah singgah banyuwangi yang berada di daerah kawasan stasiun.kami sudah merencanakan ini sebelumnya,sejak reuni kita di semarang beberapa waktu lalu dan kita akan melakukan perjalanan bersama dari banyuwangi,bali hingga lombok dan menuju rumah singgah lombok.pagi yang masih redup kami terbangun dengan tergesa gesa,kami mengejar kereta pagi untuk sampai ke stasiun banyuwangi baru dan selanjutnya menuju pelabuhan ketapang.tiket kereta api Rp8.000 menuju banyuwangi dan Rp15.000 untuk tiket penyebrangan antara banyuwangi-bali. Tak membutuhkan waktu lama untuk kami sampau di stasiun banyuwangibanyuwangi baru.

image

perjalanan kurang lebih 45 menit kita menyebrang dan itu semua menjadi tak terasa akibat kita bersenda gurau saling menceritakan kejadian kejadian yang lucu sampaj kekonyolan kekonyolan kami.kapal ferry bersandar dengan lembut.penumpang turun dengan tertib mengantri begitu juga dengan kami.salam pembuka selamat datang di bali kami pandang sejenak,lalu kami melewati pos pemeriksaan identitas dengan aman.kami berjalan menuju tempat pangkalan bus agar kami cepat sampai di denpasar.sempat lama kami bernegosiasi dengan supir bus dan calo tentang permasalahan harga.kami tidak ingin menghabiskan begitu banyak biaya terutama saya,seandainya saya berangkat sendiri mungkin saya tidak akan menaiki bus itu tetapi ini adalah trip bersama ya mau tidak mau saya dan teman teman share cost untuk biaya perjalanan.kurang lebih 3 jam perjalanan dari gilimanuk menuju denpasar.kondisi bus yang extreme yang kami alami.bus berukuran kecil di isi dengan begitu banyak penumpang dan barang bawaan,kaki terlipat dan terhimpit serta lutut bertemu lutut sehingga tak ada gerakan sama sekali dan paling  parah lagi antara bau badan bercampur bau muntahan anak kecil adalah pelengkap menemani perjalanan menuju denpasar.cuaca mendung serta gerimis menyabut kedatangan kami di terminal ubung,dari terminal ubung kami lanjut menuju terminal batu bulan karena rumah teman yang kami tuju tak jauh dari terminal tersebut.hanya 15 menit kami sudah sampai di batu bulan dan kami langsung di jemput oka teman kami dibali sekaligus tempat kami beristirahat sejenak sebelum melanjutkan perjalanan ke lombok.2hari kami habiskan di bali kami menyempatkan mengunjungi air terjun tegenungan,kebalangan,mongkey forest dan persawahan teras siring.hari terakhir di bali kami berpisah dengan oka sekaligus danang.danang masih ada urusan yang harus di selesaikan di bali maka tinggal kami berempat melanjutkan perjalanan ke lombok.jam 12 malam kami diantar oka dan danang ke terminal ubung untuk mencari angkot menuju pelabuhan padang bai,ada seorang supir angkot yang menghampiri kami.negosiasi yang alot pun tak terhindarkan,disatu sisi teman teman menawar biaya kesana dan disatu sisi  supir yang tidak mau menurunkan harga dan lebih parahnya lagi uang yang ada dikantong saya hanya tersisa Rp 63.000 uang simpanan terakhir saya.yang rencananya akan saya pakai untuj biaya menyebrang nanti.setelah mereka menyepakati harga,saya menolak untuk ikut angkot karena saya tidak mempunyai uang lebih tidak mungkin saya memaksakan diri.lalu saya menjawab saya akan menyusul nanti jiak hari sudah terang,tetapi itu semua tak berarti mereka langsung saja bilang naik aja masalah bayar angkot gampang.sengan hati tang tidak enak dan memikir saya menyetujui ajakan teman teman.saya tidak enak karena beberapa tempat saya sudah terlalu merepoti teman teman mulai dari makan,biaya transportasi mereka semua yang menutupi.kami berjalan begitu kencang menembus gelap malam membuat kantuk yang begitu kuat untuk sayang ditolak.tak terasa 2 jam perjalanan terasa singkat kami sudah sampai pelabuhan padang bai jam 3 pagi.dan tepat sekali,kapal ferry yang akan kami naiki sudah akan berangkat dan kami langsung bergerak menuju loket membeli tiket dan beristirahat.kapal telah meninggalkan dermaga berjalan pelan dan semakin menaikan kecepatan.saya yang merasa sedikit mual berada didalam memutuskan untuk naik keatas sambil menghilangkan rasa mual.diatas saya duduk di kursi sambil memandang langit yang begitu ramai di isi oleh berjuta juta bintang saling berpendar terang.selang beberapa waktu lamunan saya terkagetkan oleh suara wanita yang menghilangkan semua,saya menengok ke samping ternyata ada seorang wanita cantik paras khas wanita sunda.dia meminta ijin untuk ikut duduk di kursi bersebelahan karena dia merasakan hal yang sama seperti saya yaitu mual.setelah berbincang dan perkenalan ternyata wanita cantik itu bernama vera asal jakarta yang sedang berlibur dengan tujuan random.saya menawarkan vera dan temanya untuk ikut ke rumah singgah karena saya kasihan mereka datang kelombok dan tak tau harus pergi kemana dan dimana mereka akan datangi.lalu setelah berbincang lumayan lama saya terlelap dengan dinginya angin malam sebagai pengantar tidur.pagi datang dengan cerah.saya dibangunkan oleh vera dan diberi tahu bahwa kita sudah sampai.ternyata dia terjaga semalaman karena tidak dapat tidur.segera kami berjalan keluar dari kapal menuju pelabuhan,setelah itu kami menuju salah satu warung untuk menunggu saudara doni untuk menjemput.lama kami menunggu tidak ada balasan dari saudara doni maka kami memutuskan untuk menaiki angkot dari pelabuhan lembar menuju rumah singgah yang berada di mataram.kurang lebih 45 menit kami menuju rumah singgah lombok,memasuki daerah komplek perumahan dan terletak diujung membuat kami sedikit bingung mencarinya.ucap salam kami kepada mamak yang sedang berada duduk didepan sembari memilah biji kopi.mamak menyambut dengan hangat dan ternyata lumayan banyak teman teman yang sudah datang terlebih dahulu maka kami langsung bergabung

be

rsama mereka sembari mengisi buku tamu dan membaca peraturan rumah singgah lombok.
Perjalanan melewati beberapa selat penghubung dari pulau satu ke pulau yang lainya terdapat perpisahan dan pertemuan yang tak terduga dan dari kehabisan uang sampai rejeki yang tak terduga turut mengisinya
Dari yang paling sakit hingga yang terbebas untuk keberuntungan

image

image

Setelah 2 minggu saya tinggal untuk sementara waktu di rumah singgah lombok dan bertemu begitu banyak orang dari berbagai daerah hingga luar negeri saya sempat merasakan ada beberapa hal yang mulai berubah.contoh dari kebiasan kebiasan saya yang dulu kurang aktif bersosial sekarang saya lebih cepat akrab dan beradaptasi dengan berbagai orang berbeda setiap hari.lalu rasa kepanikan akan kehabisan uang untuk bertahan hidup lalu saya sempat sedikit fustasi selama 1 minggu saya berkeliling di daerah mataram untuk mencari pekerjaan mulai dari warung makan,tempat pencucian motor,warnet,sampai jadi juru parkir saya datangi.tetapi nihil usaha saya dan kembali dengan pikiran cemas dan rasa gelisah.bagaimana saya bisa mendapat pekerjaan,gumam saya didalam hati.selang beberapa hari saya diajak bang sobah untuk menjemput tamunya yang akan berlibur di sembalun,bersama abah saya menjemput tamu 3 orang dari kalimantan.dari bandara saya dan abah langsung mengantar tamu ke sembalun selama kurang lebih 4 jam.setelah mengantar rejeki yang tak terdugapun datang saya mendapat upah Rp100.000 dari bang sobah karena sudah mengantarkan tamunya.sebuah rejeki yang tak saya duga sebab saya mengira hanya mengantar sekalian saya jalan jalan melihat keindahan perbukitan di sembalun.selang beberapa hari saya kembali di minta tolong oleh bang sobah untuk mengantar tamunya dan menjadi ojek wisata.saya tidak menolak rejeki itu karena tamunya sendiri yang berasal dari malaysia meminta saya.ke esokan harinya saya berangkat pagi sekali menuju pantai diselatan lombok mulai dari selongbelanak,mawun,kuta,seger,dan tanjung Aan kami datangi satu persatu untuk menuntaskan rasa penasarannya.

image

setelah semua pantai sudah saya datangi,billy meminta saya untuk mengantarkan menuju sate tanjung yang terdapat di lombok utara.perjalan dari ujung selatan menuju utara begitu melelahkan.waktu yang di tempuh cukup banyak hampir 4 jam kami sampai disana,setelah tiba billy langsung memesan sate tanjung yang khas dibakar sekaligud bumbunya.sate ikan ini yang paling enak yang pernah saya rasakan,teksturnya begitu lembut dan perpaduan bumbu yang pedas membuat  rasa ingin lagi dan lagi.rasa lapar kami tuntaskan malam itu juga di rumah makan selanjutnya yaitu sate rembige khas daerah rembige di mataram.dulu tempat ini menjadi sangat terkenal pak bondan winarno pernah berkunjung dan mencicipinya maka tak heran sekarang orang berbondong bondong sili berganti mencicipinya.
Selanjutnya percobaan saya menjual kain khas sasak lombok dengan menawarkan ke teman teman.b

image

erawal dari iseng karena uang saya sudah menipis dan saya memerlukan uang untuk melanjutkan perjalanan saya menuju flores nusa tenggara timur.dari menawarkan ke teman teman mantan kantor sampai teman yang jauh disana,ya alhamdulillah berkat usaha yang keras selama 2 minggu saya mampu mengumpulkan uang untuk melanjutkan kembali perjalanan
Sebenarnya jika kemauan di iringi usaha keras maka jalan keluar untuk menyelesaikan setiap masalah yang dihadapi

image

No Comments

Leave a Reply